Kunjungan Pak Jokowi Ke Kota Kopi, Tulungagung
Pada tanggal 3-4 Januari 2019, bertepatan dengan hari Kamis-Jum'at, merupakan suatu hari yang luar biasa bagi sebagian besar masyarakat Tulungagung.
Pada hari kamis siang-sore masyarakat wilayah Tulungagung timur yaitu wilayah Rejotangan dan Ngunut pada sore itu terdengar dimana-mana dengan bahan pembicaraan yang sama.Iya, pada Sore itu RI 1, Presiden Republik Indonesia, Bapak JOKOWI begitu akrab beliau disapa, memiliki jadwal untuk melewati salah satu pojok Indonesia yang menjadi wilayah industry ini, wilayah Ngunut. Dan pastinya dengan berita yang demikian besar, seperti ketika kita memasukkan pewarna pada air, yang seketika itu menyebar, demikian pula dengan berita kunjungan Bapak Presiden. Seperti dalam hitungan detik berita itu pun segera menyebar keseluruh plosok wilayah ataupun daerah terdekat yang nantinya daerahnya akan dikunjungi, dilewati oleh Bapak Presiden.
Sore itu, sekitar jam 16.00 WIB terlihat kerumunan masyarakat sudah siap untuk menyambut lewatnya beliau orang nomer 1 di Indonesia ini. dikanan kiri jalan sudah berdiri banyak sekali masyarakat entah berapa itu jumlahnya. Mulai dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa, dari kalangan pedagang, dari para ibu-ibu rumah tangga besera suami dan anaknya, dari kalangan siswa yang sekolahnya berada disekitar jalan besar Ngunut beserta Bapak-Ibu gurunya, mulai dari masyarakat baik dari yang elit sampai kalangan bawah sekalipun.
Rasa tidak sabar untuk bertemu beliau seperti kian terlihat menghinggapi mereka semua. Karena penantian mereka yang terhitung agak lama yaitu mulai dari jam 14.30-lewatnya beliau. Hal ini sangat wajar mengingat didaerah tersebut beliau hanya lewat dengan tanpa singgah barang sebentar. Karena pada sore itu Beliau, Bapak Jokowi akan menuju Tulungagung bagian kota, sehingga lewatnya beliau diwilayah Ngunut ini akan terjadi hanya dalam hitungan beberapa menit saja. dimana pada sore itu pun dari kalangan masyarakat umum belum ada yang mengetahui pastinya beliau akan tiba pada detik, dan jam berapa. Sehingga hal ini pun membuat penantian mereka terlihat dimulai dari hari yang masih agak siang pada Kamis itu.
Kamis itu, terlihat sebagian besar dari masyarakat sudah ada yang mulai mengantri dan berjajar-jajar sembari berdiri, duduk, atuapun sambil ngemil sesuatu bersantai dengan teman atau keluarga mereka. Hal ini mereka lakukan semata-mata adalah untuk bisa menyaksikan langsung lewatnya beliau Bapak Presiden didaerah tersebut. Dengan harapan, mereka bisa melihat secara langsung kasat mata, dengan harapan bisa langsung bersua sambil menyapa dengan penuh bahagia dan bangga atas kunjungan beliau, demikian pula dengan harapan bisa berjabat tangan langsung, bahkan harapan pastinya muncul dari mereka untuk bisa berfoto langsung dengan beliau Bapak Presiden. Dan iya, meski mereka sebenarnya juga mengetahui bahwa hal itu sangat kecil kemungkinan akan bisa terwujud mengingat pastinya penjagaan dan pengawalan untuk beliau Bapak Presiden yang pastinya begitu ketat. sehingga hal itu pun memiliki kemungkinan yang kecil sekali dimana pastinya tidak diijinkannya setiap orang untuk mendekat sembarangan. Dengan segala perasaan rindu yang seperti kian memenuhi relung hati mereka mereka masih tetap berada ditempat, menanti dengan sabar dengan sesering mungkin mengarahkan wajahnya kearah timur, arah dimana kota Blitar berada, arah beliau Bapak Presiden akan tiba. Iya karena Pada sore itu beliau bertolak dari kota Blitar, salah satu kota yang menjadi tujuan jadwal beliau sebelum kota Tulungagung.
Pada sore itu terlihat masyarakat wilayah Ngunut yang berjajar-jajar dipinggir jalan menunggu lewatnya sang Presiden, Bapak JOKOWI. Pada sore itu terlihat hampir dari semua lini masyarakat mulai dari golongan elit sampai golongan bawah. Semua bercampur dan menunggu dengan seperti tidak sabar akan munculnya iring-iringan mobil Presiden RI ini.
Dan saatnyapun tiba. Sekita pukul 16.30 mulai terlihatlah suatu Motor Besar dengan pengendara yang terlihat sangat kekar dan benar-benar memang seorang komando khusus sepertinya. Iya, dan ternyata benar itu adalah iring-iringan mobil bapak presiden kita. Terlihat para polisi bersiaga, jalan dimana-mana di stop, para pengendara diminta untuk stop, masyarakat pun diminta untuk tetap berada ditepi, hal ini adalah dalam rangka pengamanan dan perlindungan terhadap Bapak Presiden. Sangat dimaklumi, bak belum pernah ketemu dengan artis idaman, para masyarakat pun berkerumum, dan mereka semua memiliki keinginan dan harapan yang sama, yaitu bisa bersua, menyapa, bersalaman, dan bahkan ingin sekali berfoto. Para komando yang terlihat memang sangat terlatih itu, bersiaga dan benar-benar siap menjaga Bapak Jokowi yang berada didalam mobilnya.
Dengan dikendarai pelan-pelan. Dari yang semula jauh, lambat laun akhirnya iringan Bapak Presiden pun semakin mendekat dan semakin mendekat. Sungguh tiada disangka orang yang selama ini hanya bisa kami lihat dilayar kaca Televisi, sekarang berada didepan mata kami. Haru biru muncul, hati terasa penuh, riang, dan iya, teriakan-teriakan dari masyarakat terdengar sontak, “Pak Jokowi, Pak Jokowi,”.
Sesekali diijinkanlah mereka untuk bersua dan berjabat tangan, tapi iya, satu orang diijinkan bejabat tangan pasti yang lain pun juga menginginkan hal sama. Dengan kondisi yang demikian masyarakat pun seperti motor yang kehilangan rem-nya, rem-nya blong, masyarakat tidak menyia-nyiakan waktu seperti layaknya besi yang ditarik oleh magnet, mereka semua pun mendekat. Karena pasti mereka berfikir dan mengetahui kesempatan yang sama tidak akan datang untuk yang kedua kali, belum tentu dalam beberapa tahun kedepan beliau akan datang kembali. Itu adalah yang pastinya muncul di benak hampir semua masyarakat yang datang disore itu, haha termasuk saya. Dan iya akhirnya dari semula satu-dua orang diijinkan bersalaman, seketika masyarakat yang bak ditarik oleh magnet itu, maka pasukan komando pun harus bertindak tegas demi keamanan Bapak Presiden. Masyarakat yang demikian banyak itupun akhirnya dihalau dan tidak bisa lagi untuk mendekat, berjabat tangan, dan hanya bisa say hai dan berteriak-teriak nama Beliau “Pak Jokowi-Pak Jokowi” begitu terdengar. Begitu masyarakat Ngunut berteriak-teriak.
Pak Jokowi memang orang nomer 1 di Indonesia. Dan memang benar seperti di acara Televisi, beliau memang sosok presiden yang lain dari pada yang lain. Dengan iringan mobil motor yang berjalan dengan pelan, terlihat kaca mobil Bapak Jokowi yang dibuka, yang memang hal itu sepertinya beliau lakukan adalah untuk menyapa masyarakat yang memang sudah sangat lama telah berjajar-jajar dengan tidak sabar menunggu kedatangan beliau, meskipun pada sore itu hanya lewat dengan tanpa berhenti sekalipun. Senyum ramah dan kesederhanaan sungguh benar-benar nyata. Dan sekali lagi rasa tidak percaya serasa memenuhi relung hati kami, bahwa Bapak Presiden RI lah yang ada didepan mata kami, dan melambaikan tanganya sesembari melontarkan senyum ramah kepada kami semua.
Mak wuuuuussssssssssss…. mobil beliau pun lewat didepan mata kami, hanya dalam hitungan detik beliau lewat dengan melontarkan senyum ramah kepada kami sambil melambaikan tangan beliau. Iya, setelah penantian yang begitu panjang, berjam-jam, beliau lewat begitu saja, haha dengan tanpa berhenti. Namun itulah Bapak Presiden, kalau difikir-fikir seandainya beliau menyempatkan untuk turun dan berjabat tangan dengan semua masyarakat maka belum tentu dalam satu hari, dua hari, tiga hari, satu minggu, satu bulan akan cukup hanya untuk menyalami kami, semua masyarakat yang memang menunggui beliau disepanjang jalan yang beliau lewati. Dari sini kami pun menyadari bahwa hanya beberapa masyarakatlah yang akan memiliki kesempatan langka tersebut, bersua, dan bersalaman langsung dengan beliau. Namun meski hanya dalam beberapa detik, rasa bangga dan senang kami rasakan, dan hal itu pun juga sudah nampak sekali diraut muka masyarakat dengan senyum lebar dan mata berbinar. Dan meski belum puas, namun sudah seperti terobati, layaknya mendapatkan seteguk air di gurun pasir yang meski sedikit sudah bisa mengobati dahaga yang lama kian dirasa. Dan demikian pulalah yang terjadi di sepanjang jalan Ngunut menuju Tulungung. Terlihat hampir disemua akun, group-group, tetangga dan masyarakat memiliki topic yang sama yaitu Bapak Jokowi, Bapak Presiden RI.
Dikota Tulungagung ini, Bapak Presiden akan menuju Crown Victoria Hotel. Suatu hotel diwilayah Tulungagung yang cukup legendaris sejak kemunculannya. Berbagai agenda hebat, para pejabat hampir semuanya pernah diagendakan di Crown Victoria Hotel ini. riuh pun terjadi di sepanjang jalan menuju Crown Victoria Hotel, dan kondisi yang sama terjadi diwilayah Ngunut, dengan jumlah masyarakat yang lebih banyak lagi tentunya, mengingat Crow Vicoria Hotel ini berlokasi diwilayah pusat kota Tulungagung. Di hotel ini, beliau Bapak Presiden disambut oleh para pejabat Tulungagung, dari segala lini baik pemerintahan maupun dari organisasi kemasyarakatan. Acara pun digelar disalah satu gedung yang berlokasi di Crown Victoria Hotel. Namun karena ini adalah agenda yang dihadiri oleh Bapak Presiden sehingga tidak semua orang pun bisa memasuki wilayah hotel mulai dari pintu gerbang terlebih lagi lokasi tempat acara. Dan hal ini pun sangat bisa kami maklumi, demi keselamatan, perlindungan, penjagaan terhadap beliau.
Dikota Tulungagung ini, selepas dari Crown Victoria Hotel beliau Bapak Presiden terjadwal akan berada bersantai bersama masyarakat Tulungagung “Ngopi Bareng Bapak Presiden” tepatnya yaitu di PINKA disuatu wilayah yang cukup asri dan iya nyaman. Pinka adalah sebutan untuk wilayah kuliner terbaru wilayah Tulungagung. Pinka merupakan singkatan dari Pinggir Kali, pusat kuliner, coffee shop wilayah Tulungaung yang lokasinya berada di Pinggir kali Lembu peteng. Namun jangan salah, meski lokasinya di pinggir kali, namun keindahan dan kenyamanan tercipta diwiliyah ini. dengan segala keindahan dan kenyamanan yang ada, hal ini pun membuat Pinka menjadi salah satu tempat yang yang terpilih, menjadi salah satu tujuan, jujugan (dalam bahasa jawa) masayarakat Tulungaung yang ingin bersantai bersama keluarga. Dan demikian pula dengan Bapak Presiden kita. Yang tentunya ingin melihat secara langsung bagaimana kondisi masyarakatnya, tepatnya kondisi masyarakat wilayah Tulungagung.
Dan karena beliau adalah Bapak Presiden yang kedatanganya pun belum tentu kapan akan datang lagi belum ada yang tahu. Dengan segala kesibukan yang beliau miliki beliau menyempatkan diri untuk datang, mengunjungi, dan singgah meski hanya sebentar bersama masyarakat wilayah Tulungagung. Pada sore itu, di Pinka akan ada agenda ngopi bareng bersama bapak Presiden disepanjang kali Ngrowo Lembu peteng Tulungagung ini.
Mungkin diantara pembaca ada yang berfikir kenapa kok ngopi bareng? Mungkin bagi warga Tulungagung sudah mengetahui. Iya, karena pada sore itu agenda beliau adalah bersantai mengingat kondisi kedatangan beliau di hari itu sudah menginjak Maghrib, dan waktu pun tidak terasa pastinya malam akan datang, dan untuk mengisi waktu sambil menghadiri acara ke-esokan harinya di Tulungagung, yaiut peresmian rusunawa di STIKIP Tulugagung, sehingga pada malam hari itu diagendakan untuk bersantai bersama masyarakat Tulungagung yang memang sangat menunggu kehadiran dan kedatangan beliau, sangat menunggu untuk bisa bersua langsung dengan beliau. Dan memang karena Tulungagung terkenal sekali dengan kopinya, warung kopinya. Berbicara tentang kopi dan warung kopi diwilayah Tulungagung, memang banyak sekali warung kopi yang ada diwilayah Tulungagung, mulai dari warung kopi harga rakyat, hingga warung kopi harga elit, mulai dari kopi hitam, kopi ijo, dan segala kopi dengan segala jenis masing-masing.
Masyarakat Tulungagung memang sangat erat dan akrab dengan Ngopi. Haha dimana satu cangkir kopi bisa baru habis setelah berjam-jam lamanya. Ketika saya sendiri mencoba untuk ikut nimbrung di warung kopi, memang di Tulungagung ini warung kopinya beda, warung kopi bukan hanya menjadi tempat untuk minum kopi singkatnya supaya mata tidak ngantuk. Namun tidak di Tulungagung mulai dari orang dari golongan muda-tua, politikus, mahasiswa, guru, para kader-kader dari segala lini, para pedagang, peternak, maupun apalah itu, diskusi (petung, dalam bahasa jawa) ya di warung kopi. Hehe mungkin bagi sebagian besar diantara pembaca ada yang bertanya kok bisa si lama-lama diwarung kopi. Dan itu pula pertanyaan yang sama yang dulu sempat muncul didiri saya, dan iya karena memang mungkin ada keasikan tersendiri yang mereka temukan ketika orang berada diwarung kopi. Selain memang kebanyakan warung kopi ini ada juga yang dilengkapi dengan layanan wifi, sehingga tak jarang dari mereka yang ngopi pun terlihat sambil ngerjakan tugas dilayar laptop yang mereka bawa masing-maing. Warung kopi diTulungagung pun, bagian kota, terlihat seperti 24 jam non-stop, hal ini adalah memang perputaran ekonomi masyarakat Tulungaung bagian kota terlihat begitu pesat, baik dari para pedagang, politikus (yang juga suka ber-petung ria). Ups kok seperti promosi warung kopi ya. Ok stop tentang warung kopi, dan kembali lagi kepada Bapak Presiden kita.
Bak seperti seorang kekasih yang sudah lama sekali tidak bertemu, yang pada sore itu diberikan kesempatan untuk bertemu, melepaskan rindu yang sudah lama sekali terpendam. Ketika di sepanjang jalan sudah terlihat begitu ramainya, terlebih lagi di daerah PINKA yang menjadi tempat tujuan kedatangan Bapak Presiden. Full, penuh, ramai sekali, riuh, dan iya mereka rela berdesak-desakan, entah kata apa lagi yang cocok untuk menggambarkan situasi di sore itu di jalan area Tulungaung Kota, tepatnya di daerah PINKA.
Begitu ramai acara di Pinka, suatu acara yang special, yang sungguh tidak biasa, dimana masyarakat Tulungagung pada malam itu bisa ngopi bareng Bapak Presiden. Memang tidak semua bisa satu lokasi dengan beliau, mengingat lokasi dan tetunya penjagaan dan perlindungan kepada beliau yang sungguh ketat. Namun pastinya semua masyarakat di malam itu merasa senang dan bangga sekali akan kunjungan, kedatangan beliau yang baru pertama kali ini. ngopi bareng pada malam itu lebih terasa asik dan nyaman yaiut dengan dipandu oleh host kondang wilayah Tulungagung, Bapak Faris Ramadhan., pada malam itu Bapak Presiden terlihat lelah pasti karena mengingat perjalana beliau yang cukup panjang dank arena haripun sudah larut, sehingga selepas acara yang berjalan setelah beberapa jam, beliau Bapak Presiden menuju lokasi hotel Crown Victoria Hotel kembali untuk beristirahat.
Demikian pula kejadian yang sama terjadi ke-esokan harinya, pada Jum'at pagi dimana beliau akan meresmikan rusunawa di STIKIP Tulungagung. Riuh, senang, gembira, dan full manusia, itulah yang terjadi. Dan seperti diwilayah Ngunut, di sepanjang jalan STIKIP Tulungagung hingga arah Trenggalek, kabupaten yang menjadi tujuan Bapak Presiden selanjutnya. Segala wajah, harapan yang sama untuk bisa bersua, berjabatan tangan, bahkan bisa berfoto bersmaa beliau. Namun hanya beberapa orang saja yang pastinya mendapatkan kesempatan untuk bisa bersalaman dan berfoto langsung dengan beliau. Sakeng sulitnya untuk bersua lgsug dengan beliau, bahkan tidak jarang pula, ada yang berfoto dengan mobil beliau, dengan pasukan beliau, haha hal ini adalah salah satu ekspresi masyarakat karena memang tidak semua, tidak sembarang orang bisa langsung bertemu, bersua langsung dengan beliau Bapak Presiden. Dan sampai tibalah waktunya,sekitar pukul 10.00 WIB Bapak Presiden kita haruslah meninggalkan wilayah Tulungagung,untuk bertolak ke kota selanjutnya Kabupaten Trenggalek. Ras haru di sepanjang jalan STIKIP-arah ke Trenggalek pun terlihat. Selamat tinggal Bapak Jokowi. Sampai bertemu kembali. Dan begitulah hingga arak-arak an mobil Presiden pun berlalu dihadapan kami dan pergi. Rasa sedih senang bercampur.
Sungguh rasa bangga yang kian memenuhi dada, tat kala menyadari bahwa beliaulah sosok presiden kita. Serasa hilang pula dan terpatahkan semua hoax-hoax plus segala berita miring yang pernah dilontarkan oleh media sosial. Mulai dari masyarakat yang pro dan kontra. Cabinet kerja, kerja, dan kerja. Itulah yang beliau lakukan bersama cabinet kerjanya. Seraya kami doakan semoga Bapak Presiden selalu sehat dan selalu dilindungi oleh Allah, hal itu merupakan harapan besar kami karena memang pada sore itu beliau terlihat capek, dan hal itu pun serasa sangat wajar karena memang beliau harus mengurusi sekian banyak, segala urusan yang ada di Negara kita Indonesia. Mulai dari urusan ekonomi, sosial, agama, politik, budaya, dan sak-ambrek urusan lainya, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Bapak Jokowi adalah sosok Presiden, beliau adalah sosok presiden yang penuh aroma kesederhanaan, kesantunan, keramahan, dan kewibawaan.
Pada hari kamis siang-sore masyarakat wilayah Tulungagung timur yaitu wilayah Rejotangan dan Ngunut pada sore itu terdengar dimana-mana dengan bahan pembicaraan yang sama.Iya, pada Sore itu RI 1, Presiden Republik Indonesia, Bapak JOKOWI begitu akrab beliau disapa, memiliki jadwal untuk melewati salah satu pojok Indonesia yang menjadi wilayah industry ini, wilayah Ngunut. Dan pastinya dengan berita yang demikian besar, seperti ketika kita memasukkan pewarna pada air, yang seketika itu menyebar, demikian pula dengan berita kunjungan Bapak Presiden. Seperti dalam hitungan detik berita itu pun segera menyebar keseluruh plosok wilayah ataupun daerah terdekat yang nantinya daerahnya akan dikunjungi, dilewati oleh Bapak Presiden.
Sore itu, sekitar jam 16.00 WIB terlihat kerumunan masyarakat sudah siap untuk menyambut lewatnya beliau orang nomer 1 di Indonesia ini. dikanan kiri jalan sudah berdiri banyak sekali masyarakat entah berapa itu jumlahnya. Mulai dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa, dari kalangan pedagang, dari para ibu-ibu rumah tangga besera suami dan anaknya, dari kalangan siswa yang sekolahnya berada disekitar jalan besar Ngunut beserta Bapak-Ibu gurunya, mulai dari masyarakat baik dari yang elit sampai kalangan bawah sekalipun.
Rasa tidak sabar untuk bertemu beliau seperti kian terlihat menghinggapi mereka semua. Karena penantian mereka yang terhitung agak lama yaitu mulai dari jam 14.30-lewatnya beliau. Hal ini sangat wajar mengingat didaerah tersebut beliau hanya lewat dengan tanpa singgah barang sebentar. Karena pada sore itu Beliau, Bapak Jokowi akan menuju Tulungagung bagian kota, sehingga lewatnya beliau diwilayah Ngunut ini akan terjadi hanya dalam hitungan beberapa menit saja. dimana pada sore itu pun dari kalangan masyarakat umum belum ada yang mengetahui pastinya beliau akan tiba pada detik, dan jam berapa. Sehingga hal ini pun membuat penantian mereka terlihat dimulai dari hari yang masih agak siang pada Kamis itu.
Kamis itu, terlihat sebagian besar dari masyarakat sudah ada yang mulai mengantri dan berjajar-jajar sembari berdiri, duduk, atuapun sambil ngemil sesuatu bersantai dengan teman atau keluarga mereka. Hal ini mereka lakukan semata-mata adalah untuk bisa menyaksikan langsung lewatnya beliau Bapak Presiden didaerah tersebut. Dengan harapan, mereka bisa melihat secara langsung kasat mata, dengan harapan bisa langsung bersua sambil menyapa dengan penuh bahagia dan bangga atas kunjungan beliau, demikian pula dengan harapan bisa berjabat tangan langsung, bahkan harapan pastinya muncul dari mereka untuk bisa berfoto langsung dengan beliau Bapak Presiden. Dan iya, meski mereka sebenarnya juga mengetahui bahwa hal itu sangat kecil kemungkinan akan bisa terwujud mengingat pastinya penjagaan dan pengawalan untuk beliau Bapak Presiden yang pastinya begitu ketat. sehingga hal itu pun memiliki kemungkinan yang kecil sekali dimana pastinya tidak diijinkannya setiap orang untuk mendekat sembarangan. Dengan segala perasaan rindu yang seperti kian memenuhi relung hati mereka mereka masih tetap berada ditempat, menanti dengan sabar dengan sesering mungkin mengarahkan wajahnya kearah timur, arah dimana kota Blitar berada, arah beliau Bapak Presiden akan tiba. Iya karena Pada sore itu beliau bertolak dari kota Blitar, salah satu kota yang menjadi tujuan jadwal beliau sebelum kota Tulungagung.
Pada sore itu terlihat masyarakat wilayah Ngunut yang berjajar-jajar dipinggir jalan menunggu lewatnya sang Presiden, Bapak JOKOWI. Pada sore itu terlihat hampir dari semua lini masyarakat mulai dari golongan elit sampai golongan bawah. Semua bercampur dan menunggu dengan seperti tidak sabar akan munculnya iring-iringan mobil Presiden RI ini.
Dan saatnyapun tiba. Sekita pukul 16.30 mulai terlihatlah suatu Motor Besar dengan pengendara yang terlihat sangat kekar dan benar-benar memang seorang komando khusus sepertinya. Iya, dan ternyata benar itu adalah iring-iringan mobil bapak presiden kita. Terlihat para polisi bersiaga, jalan dimana-mana di stop, para pengendara diminta untuk stop, masyarakat pun diminta untuk tetap berada ditepi, hal ini adalah dalam rangka pengamanan dan perlindungan terhadap Bapak Presiden. Sangat dimaklumi, bak belum pernah ketemu dengan artis idaman, para masyarakat pun berkerumum, dan mereka semua memiliki keinginan dan harapan yang sama, yaitu bisa bersua, menyapa, bersalaman, dan bahkan ingin sekali berfoto. Para komando yang terlihat memang sangat terlatih itu, bersiaga dan benar-benar siap menjaga Bapak Jokowi yang berada didalam mobilnya.
Dengan dikendarai pelan-pelan. Dari yang semula jauh, lambat laun akhirnya iringan Bapak Presiden pun semakin mendekat dan semakin mendekat. Sungguh tiada disangka orang yang selama ini hanya bisa kami lihat dilayar kaca Televisi, sekarang berada didepan mata kami. Haru biru muncul, hati terasa penuh, riang, dan iya, teriakan-teriakan dari masyarakat terdengar sontak, “Pak Jokowi, Pak Jokowi,”.
Sesekali diijinkanlah mereka untuk bersua dan berjabat tangan, tapi iya, satu orang diijinkan bejabat tangan pasti yang lain pun juga menginginkan hal sama. Dengan kondisi yang demikian masyarakat pun seperti motor yang kehilangan rem-nya, rem-nya blong, masyarakat tidak menyia-nyiakan waktu seperti layaknya besi yang ditarik oleh magnet, mereka semua pun mendekat. Karena pasti mereka berfikir dan mengetahui kesempatan yang sama tidak akan datang untuk yang kedua kali, belum tentu dalam beberapa tahun kedepan beliau akan datang kembali. Itu adalah yang pastinya muncul di benak hampir semua masyarakat yang datang disore itu, haha termasuk saya. Dan iya akhirnya dari semula satu-dua orang diijinkan bersalaman, seketika masyarakat yang bak ditarik oleh magnet itu, maka pasukan komando pun harus bertindak tegas demi keamanan Bapak Presiden. Masyarakat yang demikian banyak itupun akhirnya dihalau dan tidak bisa lagi untuk mendekat, berjabat tangan, dan hanya bisa say hai dan berteriak-teriak nama Beliau “Pak Jokowi-Pak Jokowi” begitu terdengar. Begitu masyarakat Ngunut berteriak-teriak.
Pak Jokowi memang orang nomer 1 di Indonesia. Dan memang benar seperti di acara Televisi, beliau memang sosok presiden yang lain dari pada yang lain. Dengan iringan mobil motor yang berjalan dengan pelan, terlihat kaca mobil Bapak Jokowi yang dibuka, yang memang hal itu sepertinya beliau lakukan adalah untuk menyapa masyarakat yang memang sudah sangat lama telah berjajar-jajar dengan tidak sabar menunggu kedatangan beliau, meskipun pada sore itu hanya lewat dengan tanpa berhenti sekalipun. Senyum ramah dan kesederhanaan sungguh benar-benar nyata. Dan sekali lagi rasa tidak percaya serasa memenuhi relung hati kami, bahwa Bapak Presiden RI lah yang ada didepan mata kami, dan melambaikan tanganya sesembari melontarkan senyum ramah kepada kami semua.
Mak wuuuuussssssssssss…. mobil beliau pun lewat didepan mata kami, hanya dalam hitungan detik beliau lewat dengan melontarkan senyum ramah kepada kami sambil melambaikan tangan beliau. Iya, setelah penantian yang begitu panjang, berjam-jam, beliau lewat begitu saja, haha dengan tanpa berhenti. Namun itulah Bapak Presiden, kalau difikir-fikir seandainya beliau menyempatkan untuk turun dan berjabat tangan dengan semua masyarakat maka belum tentu dalam satu hari, dua hari, tiga hari, satu minggu, satu bulan akan cukup hanya untuk menyalami kami, semua masyarakat yang memang menunggui beliau disepanjang jalan yang beliau lewati. Dari sini kami pun menyadari bahwa hanya beberapa masyarakatlah yang akan memiliki kesempatan langka tersebut, bersua, dan bersalaman langsung dengan beliau. Namun meski hanya dalam beberapa detik, rasa bangga dan senang kami rasakan, dan hal itu pun juga sudah nampak sekali diraut muka masyarakat dengan senyum lebar dan mata berbinar. Dan meski belum puas, namun sudah seperti terobati, layaknya mendapatkan seteguk air di gurun pasir yang meski sedikit sudah bisa mengobati dahaga yang lama kian dirasa. Dan demikian pulalah yang terjadi di sepanjang jalan Ngunut menuju Tulungung. Terlihat hampir disemua akun, group-group, tetangga dan masyarakat memiliki topic yang sama yaitu Bapak Jokowi, Bapak Presiden RI.
Dikota Tulungagung ini, Bapak Presiden akan menuju Crown Victoria Hotel. Suatu hotel diwilayah Tulungagung yang cukup legendaris sejak kemunculannya. Berbagai agenda hebat, para pejabat hampir semuanya pernah diagendakan di Crown Victoria Hotel ini. riuh pun terjadi di sepanjang jalan menuju Crown Victoria Hotel, dan kondisi yang sama terjadi diwilayah Ngunut, dengan jumlah masyarakat yang lebih banyak lagi tentunya, mengingat Crow Vicoria Hotel ini berlokasi diwilayah pusat kota Tulungagung. Di hotel ini, beliau Bapak Presiden disambut oleh para pejabat Tulungagung, dari segala lini baik pemerintahan maupun dari organisasi kemasyarakatan. Acara pun digelar disalah satu gedung yang berlokasi di Crown Victoria Hotel. Namun karena ini adalah agenda yang dihadiri oleh Bapak Presiden sehingga tidak semua orang pun bisa memasuki wilayah hotel mulai dari pintu gerbang terlebih lagi lokasi tempat acara. Dan hal ini pun sangat bisa kami maklumi, demi keselamatan, perlindungan, penjagaan terhadap beliau.
Dikota Tulungagung ini, selepas dari Crown Victoria Hotel beliau Bapak Presiden terjadwal akan berada bersantai bersama masyarakat Tulungagung “Ngopi Bareng Bapak Presiden” tepatnya yaitu di PINKA disuatu wilayah yang cukup asri dan iya nyaman. Pinka adalah sebutan untuk wilayah kuliner terbaru wilayah Tulungagung. Pinka merupakan singkatan dari Pinggir Kali, pusat kuliner, coffee shop wilayah Tulungaung yang lokasinya berada di Pinggir kali Lembu peteng. Namun jangan salah, meski lokasinya di pinggir kali, namun keindahan dan kenyamanan tercipta diwiliyah ini. dengan segala keindahan dan kenyamanan yang ada, hal ini pun membuat Pinka menjadi salah satu tempat yang yang terpilih, menjadi salah satu tujuan, jujugan (dalam bahasa jawa) masayarakat Tulungaung yang ingin bersantai bersama keluarga. Dan demikian pula dengan Bapak Presiden kita. Yang tentunya ingin melihat secara langsung bagaimana kondisi masyarakatnya, tepatnya kondisi masyarakat wilayah Tulungagung.
Dan karena beliau adalah Bapak Presiden yang kedatanganya pun belum tentu kapan akan datang lagi belum ada yang tahu. Dengan segala kesibukan yang beliau miliki beliau menyempatkan diri untuk datang, mengunjungi, dan singgah meski hanya sebentar bersama masyarakat wilayah Tulungagung. Pada sore itu, di Pinka akan ada agenda ngopi bareng bersama bapak Presiden disepanjang kali Ngrowo Lembu peteng Tulungagung ini.
Mungkin diantara pembaca ada yang berfikir kenapa kok ngopi bareng? Mungkin bagi warga Tulungagung sudah mengetahui. Iya, karena pada sore itu agenda beliau adalah bersantai mengingat kondisi kedatangan beliau di hari itu sudah menginjak Maghrib, dan waktu pun tidak terasa pastinya malam akan datang, dan untuk mengisi waktu sambil menghadiri acara ke-esokan harinya di Tulungagung, yaiut peresmian rusunawa di STIKIP Tulugagung, sehingga pada malam hari itu diagendakan untuk bersantai bersama masyarakat Tulungagung yang memang sangat menunggu kehadiran dan kedatangan beliau, sangat menunggu untuk bisa bersua langsung dengan beliau. Dan memang karena Tulungagung terkenal sekali dengan kopinya, warung kopinya. Berbicara tentang kopi dan warung kopi diwilayah Tulungagung, memang banyak sekali warung kopi yang ada diwilayah Tulungagung, mulai dari warung kopi harga rakyat, hingga warung kopi harga elit, mulai dari kopi hitam, kopi ijo, dan segala kopi dengan segala jenis masing-masing.
Masyarakat Tulungagung memang sangat erat dan akrab dengan Ngopi. Haha dimana satu cangkir kopi bisa baru habis setelah berjam-jam lamanya. Ketika saya sendiri mencoba untuk ikut nimbrung di warung kopi, memang di Tulungagung ini warung kopinya beda, warung kopi bukan hanya menjadi tempat untuk minum kopi singkatnya supaya mata tidak ngantuk. Namun tidak di Tulungagung mulai dari orang dari golongan muda-tua, politikus, mahasiswa, guru, para kader-kader dari segala lini, para pedagang, peternak, maupun apalah itu, diskusi (petung, dalam bahasa jawa) ya di warung kopi. Hehe mungkin bagi sebagian besar diantara pembaca ada yang bertanya kok bisa si lama-lama diwarung kopi. Dan itu pula pertanyaan yang sama yang dulu sempat muncul didiri saya, dan iya karena memang mungkin ada keasikan tersendiri yang mereka temukan ketika orang berada diwarung kopi. Selain memang kebanyakan warung kopi ini ada juga yang dilengkapi dengan layanan wifi, sehingga tak jarang dari mereka yang ngopi pun terlihat sambil ngerjakan tugas dilayar laptop yang mereka bawa masing-maing. Warung kopi diTulungagung pun, bagian kota, terlihat seperti 24 jam non-stop, hal ini adalah memang perputaran ekonomi masyarakat Tulungaung bagian kota terlihat begitu pesat, baik dari para pedagang, politikus (yang juga suka ber-petung ria). Ups kok seperti promosi warung kopi ya. Ok stop tentang warung kopi, dan kembali lagi kepada Bapak Presiden kita.
Bak seperti seorang kekasih yang sudah lama sekali tidak bertemu, yang pada sore itu diberikan kesempatan untuk bertemu, melepaskan rindu yang sudah lama sekali terpendam. Ketika di sepanjang jalan sudah terlihat begitu ramainya, terlebih lagi di daerah PINKA yang menjadi tempat tujuan kedatangan Bapak Presiden. Full, penuh, ramai sekali, riuh, dan iya mereka rela berdesak-desakan, entah kata apa lagi yang cocok untuk menggambarkan situasi di sore itu di jalan area Tulungaung Kota, tepatnya di daerah PINKA.
Begitu ramai acara di Pinka, suatu acara yang special, yang sungguh tidak biasa, dimana masyarakat Tulungagung pada malam itu bisa ngopi bareng Bapak Presiden. Memang tidak semua bisa satu lokasi dengan beliau, mengingat lokasi dan tetunya penjagaan dan perlindungan kepada beliau yang sungguh ketat. Namun pastinya semua masyarakat di malam itu merasa senang dan bangga sekali akan kunjungan, kedatangan beliau yang baru pertama kali ini. ngopi bareng pada malam itu lebih terasa asik dan nyaman yaiut dengan dipandu oleh host kondang wilayah Tulungagung, Bapak Faris Ramadhan., pada malam itu Bapak Presiden terlihat lelah pasti karena mengingat perjalana beliau yang cukup panjang dank arena haripun sudah larut, sehingga selepas acara yang berjalan setelah beberapa jam, beliau Bapak Presiden menuju lokasi hotel Crown Victoria Hotel kembali untuk beristirahat.
Demikian pula kejadian yang sama terjadi ke-esokan harinya, pada Jum'at pagi dimana beliau akan meresmikan rusunawa di STIKIP Tulungagung. Riuh, senang, gembira, dan full manusia, itulah yang terjadi. Dan seperti diwilayah Ngunut, di sepanjang jalan STIKIP Tulungagung hingga arah Trenggalek, kabupaten yang menjadi tujuan Bapak Presiden selanjutnya. Segala wajah, harapan yang sama untuk bisa bersua, berjabatan tangan, bahkan bisa berfoto bersmaa beliau. Namun hanya beberapa orang saja yang pastinya mendapatkan kesempatan untuk bisa bersalaman dan berfoto langsung dengan beliau. Sakeng sulitnya untuk bersua lgsug dengan beliau, bahkan tidak jarang pula, ada yang berfoto dengan mobil beliau, dengan pasukan beliau, haha hal ini adalah salah satu ekspresi masyarakat karena memang tidak semua, tidak sembarang orang bisa langsung bertemu, bersua langsung dengan beliau Bapak Presiden. Dan sampai tibalah waktunya,sekitar pukul 10.00 WIB Bapak Presiden kita haruslah meninggalkan wilayah Tulungagung,untuk bertolak ke kota selanjutnya Kabupaten Trenggalek. Ras haru di sepanjang jalan STIKIP-arah ke Trenggalek pun terlihat. Selamat tinggal Bapak Jokowi. Sampai bertemu kembali. Dan begitulah hingga arak-arak an mobil Presiden pun berlalu dihadapan kami dan pergi. Rasa sedih senang bercampur.
Sungguh rasa bangga yang kian memenuhi dada, tat kala menyadari bahwa beliaulah sosok presiden kita. Serasa hilang pula dan terpatahkan semua hoax-hoax plus segala berita miring yang pernah dilontarkan oleh media sosial. Mulai dari masyarakat yang pro dan kontra. Cabinet kerja, kerja, dan kerja. Itulah yang beliau lakukan bersama cabinet kerjanya. Seraya kami doakan semoga Bapak Presiden selalu sehat dan selalu dilindungi oleh Allah, hal itu merupakan harapan besar kami karena memang pada sore itu beliau terlihat capek, dan hal itu pun serasa sangat wajar karena memang beliau harus mengurusi sekian banyak, segala urusan yang ada di Negara kita Indonesia. Mulai dari urusan ekonomi, sosial, agama, politik, budaya, dan sak-ambrek urusan lainya, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Bapak Jokowi adalah sosok Presiden, beliau adalah sosok presiden yang penuh aroma kesederhanaan, kesantunan, keramahan, dan kewibawaan.












Komentar
Posting Komentar