MENGAWALI HARI DENGAN SELALU BERSYUKUR

 

Oleh: Zulva Ismawati

Pada kesempatan kali ini, Penulis mencoba kembali berbagi pengalaman melalui jalan sunyi literasi. Di dunia ini, kita semua, semua makhluk ciptaan Allah akan mendapatkan karunia Ar-Rahman maupun Ar-Rahim Allah. Ar-Rahman artinya Maha Pengasih. Sifat  Allah ini akan diberikan kepada seluruh makhluk Allah ketika hidup didunia, baik hewan, manusia, jin, setan, tumbuhan semua mendapatkan karunia Ar-Rahman ini. Sedangkan Ar-Rahim artinya Maha Penyayang. Sifat Penyayang ini hanya Allah berikan kepada hamba Allah yang beriman. Dan Ar-Rahim ini akan diberikan kepada hamba Allah yang beriman ketika nanti sudah diakhirat. dan semoga kita termasuk diantaranya. Dengan Maha Pengasih dan Maha Penyayang Allah inilah, nikmat yang diberikan kepada kita semua sungguh besar dan banyak sekali.

Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali nikmat Allah yang diberikan kepada kita semua. Dan pasti kita akan kesulitan apabila kita diminta menghitungnya atau bahkan menuliskannya karena memang saking banyaknya. Dalam suatu potongan ayat Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 07 dijelaskan bahwa ketika seseorang pandai bersyukur maka akan ditambah nikmat baginya, dan sebaliknya, selain itu dijelaksan bagi mereka yang tidak pandai bersyukur maka sesungguhnya nikmat Allah sangat pedih.

Bersyukur merupakan hal yang sangat baik dan tentunya diajarkan oleh islam. Namun sudahkan kita menjadi umat/hamba/anak/pekerja/istri/ suami/saudara/tetangga/peran apapun yang kita miliki? Sudahkah kita pandai bersyukur dengan semua peran yang kita miliki? Dengan semua nikmat yang telah Allah berikan kepada kita? jawabannya, maka tidak lain hanya Allah dan kita sendiri yang tahu. Untuk itu mari sejenak flashback ke diri pribadi kita masing-masing. 

Terkadang kita pernah merasa suntuk, marah, merasa tidak terima dengan nasib, tidak bahagia, semua perasaan ini ada didalam hati. Dan bagaiamana kondisi hati maka tergantung bagaimana cara seseorang tersebut mengendalikannya. Dan karena manusia juga unik, baik fisik maupun perasaannya. Tidak jarang kita melihat seseorang yang menangis saat bahagia, ada orang yang tertawa saat bersedih atau pula ada orang yang memang menangis saat sedih dan tersenyum saat bahagia. 

Rasa bahagia, rasa sedih, rasa gundah, rasa puas, rasa tidak puas, rasa ingin protes dan semuanya, kembali lagi semua itu adalah bergantung dengan kondisi hati. Dan Allah adalah dzat yang Maha Membolak-balikan hati. Satu detik yang lalu seseorang akan mungkin sangat sedih, namun seketika pula sesorang akan mudah sekali untuk tersenyum dan bahagia. Dan itu semua ada didalam kuasa-NYA. 

Sangat sederhana namun penuh makna, ada ungkapan Gus Baha dalam salah satu ngaji beliau, Sesuatu yang ada, itulah yang pasti terbaik menurut Allah bagi kita. Sebagai manusia, kita dianugrahi Allah akal dan nafsu. Dengan akal kita akan bisa menggunakannya untuk bisa berfikir, beribadah, dan menjadi hamba lebih baik. Dan dengan nafsu kita akan lebih bersemangat untuk memuwujudkan menjadi orang lebih baik. 

Namun selain itu manusia juga tempatnya salah dan lupa. Maka tidak jarang pula kita sebagai hamba Allah juga kurang bisa memanfaatkan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita semua, dan kurang bisa memanfaatkannya, atau bahkan melakukan dosa yang baik kita sadari maupun tidak. Termasuk juga nafsu, terkadang sering kita kurang bisa mengendalikan nafsu yang kita miliki. 

Ada guyonan namun dirasa benar, apabila seseorang sudah memilliki motor satu maka dia akan berfikir bagaimana cara memiliki dua motor, apabila sudah memiliki dua motor maka dia pun akan berfikir bagaiamana memiliki mobil, dan seterusnya. Hal itu menggambarkan bahwa apa yang diinginkan manusia memang tidak akan habisnya, istilahnya ada saja. Adapun dari hal-hal tersebut maka kendali tetap ada pada diri pribadi manusia tersebut masing-masing. 

Maka kita akan sangat mungkin menemui dimana ada seseorang yang memiliki sepeda ontel, makan dengan lauk sederhana, rumah juga sederhana, namun dia terlihat sangat bahagia. Namun sebaliknya adapula seseorang yang sudah memiliki mobil yang mewah dan bermerek namun terlihat tidak bahagia dan merasa masih saja ada yang kurang dari yang dimiliki. 

Namun akan pula kita jumpai, seseorang dengan hanya naik sepeda dan sering sekali terlihat menggerutu dan telihat protes dengan nasib yang dimiliki, dan tidak jarang ada pula yang dianugrahi sedikit harta namun sudah memiliki sifat sombong dan angkuh yang luar biasa. Namun akan adapula seseorang dengan kendaraan mewah, mobil berjejer digarasi namun dia terlihat teduh dan sama sekali tidak memunculkan perasaan sombong. 

Dari beberapa hal diatas bisa coba kita perhatikan bahwa ternyat bukan kaya, bukan miskin yang memang bisa membuat hati bahagia dan tentram. Bukan naik sepedah, atau naik mobil, bukan pula karena rumah yang mewah berlimpah yang membuat bahagia. 

Dari sejauh yang penulis fahami disini, kebahagiaan sesungguhnya adalah diawali dari pribadi seseorang yang pandai bersyukur. Seseorang yang pandai bersyukur tentunya bukan akan langsung serta merta bisa melakukan begitu saja, namun memang pandai bersyukur sesungguhnya perlu dilatih, perlu dipelajari. Ada seseorang yang memang bisa belajar dengan cepat maupun ada yang lambat. Proses belajarnya pun berbeda-beda. Ada seseorang yang belajar melalui pengalamannya, melalui pengalaman orang lain,  adapula yang memperdalamnya melalui referensi-referensi bacaannya. Masing-masing orang akan menemukan caranya tersendiri dalam mempelarinya. Sesuai dengan karakter masing-masing.

Penulis mencoba menuliskan sedikit saja nikmat diantara sekian nikmat yang telah Allah berikan. Penulis mencoba menilik dari sisi nikmat alam, Alhamdulillah hari ini masih dikarunia air bersih yang berlimpah, tanpa polusi, tidak beracun, dan segar sekali, disini  penulis teringat ada berita kekeringan beberapa saat lalu diwilayah Tulungagung bagian selatan yang mengalami krisi air bersih. 

Alhamdulillah hari ini sudah dikaruniai udara yang sejuk, segar, tidak pengap, tanpa asap, tanpa polusi udara lainya, penulis teringat berita kebakaran diwilayah Sumatra hingga terjadi poulis asap dimana-mana, banyak penyakit ISPA saat itu, teringat pula diwilayah kota besar yang mungkin banyak mengalami pencemaran udara, selain itu penulis juga teringat saat Gunung Kelud meletus dimana terjadi hujan abu yang cukup meresahkan. 

Nikmat ke-tiga Alhamdulillah sekali, penulis disini bisa duduk, bisa bangun tidur dengan tenang  tanpa kejadian alam gunung meletus atau tanpa tekanan dari manapun, teringat film zaman kemerdekaan Indonesia, serta peristiwa alam yang diberitakan di media televisi. 

Itu masih tiga nikmat saja yang penulis coba tulis, belum nikmat lain-lain dengan peran kita masing-masing baik sebagai individu kita sebagai hamba Allah belum juga dalam kehidupan social kita, dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai anak, istri, suami, saudara, tetangga, hamba Allah, dan lain sebagainya banyak sekali. Penulis hanya membayangkan berapa lembar yang mungkin akan berisi tulisan yang itu hanya tentang nikmat Allah seandainya kita mencoba menuliskannya, tentu akan menguras tenaga dan waktu yang belum tentu bisa sampai keujung tulisan. Maka kita pasti akan benar-benar sulit untuk menghitung dan menuliskannya secara keseluruhan. 

Banyak sekali manfaat yang akan diperoleh oleh seseorang yang pandai bersyukur. Diantara manfaat yang akan didapatkan dengan kita pandai bersyukur diantarannya adalah rasa syukur yang luar biasa, rasa menerima akan apa yang ada yang telah dikaruniakan Allah saat ini kepada kita, ketentraman hati tentunya, kebahagiaan yang luar biasa, bisa semakin menundukkan kepala, tidak mudah protes akan hal apapun yang ada, dan insyaAllah ridho Allah, aaamiiin. 

Penulis disini bukan orang yang baik sekali tentunya, bukan pula orang yang sudah pandai sekali dalam bersyukur. Namun tidak lain hanya seseorang yang ingin belajar untuk selalu bersyukur, setiap saat, setiap waktu, dan setiap hari. Untuk selalu mengingat Allah dan betapa Allah sangat menyayangi kita semua sebagai hamba-NYA. Nikmat Allah banyak sekali kepada kita, mulai dari rizki, kesehatan, keluarga, tetangga, nikmat alam, nikmat secara fisik, maupun nikmat secara iman, ihsan, islam, nikmat alam, dan nikmat lainya yang tentu saja banyak sekali. 

Sebagai manusia biasa tentu penulis pun memiliki harapan-harapan yang ingin diwujudkan dalam kehidupan. Semua yang ada, yang saat ini terjadi, semua pasti sudah atas izin Allah, tidak ada yang tidak, dan itu adalah yang terbaik menurut Allah untuk kita. Sudahkan kita bersyukur hari ini? Nikmat apa saja yang sudah Allah berikan kepada kita? Semoga tulisan ini membawa manfaat, Semoga Allah selalu melimpahkan nikmat, karunia, Rahman, dan Rahim kepada kita semua, selalu bahagia dunia dan akhirat. Semoga kita dijadikan Allah sebagai hamba yang selalu pandai bersyukur. Dan mari kita mengawali hari dengan selalu bersyukur. 


Tulungagung, 13 Februari 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekedar mengingat masa lalu, dan mencoba menilik masa kini

Pentingnya Pendidikan, Pengajaran, dan Pembiasaan Sejak Dini