Pandemi Korona, Peluang usaha, dan Sebuah Pilihan

 

Oleh Zulva Ismawati


Era pandemi korona 2020 menciptakan perubahan disegala sisi aktivitas manusia. perubahan aktivitas ini terjadi diberbagai sektor. Salah satunya adalah bidang pendidikan. di sektor ini perubahan sangat kentara terjadi. Seperti kita ketahui bersama. Sebelum adanya pandemi korona, muncul beberapa seminar tentang industry 4.0. di mana di era ini, pendidikan di Indonesia harus segera menyesuaikan diri dan berubah sesuai dengan tuntutan zaman. Serasa sangat wow dan sulit saat itu memang. Karena Indonesia seperti berasal dari industri 1.0 yang semua masih manual dan model lama, tiba-tiba harus menyesuaikan diri dan beralih keserba teknologi dan modern yaitu era 4. 0. 

Masih teringat benar, saat itu berbagai seminar bermunculan dengan tema 4.0. serasa sangat tidak mungkin saat itu dibayangkan. Yang tidak lama kemudian munculah berita tentang isu dan wabah virus korona. Kehadiran virus ini menciptakan suatu kondisi baru yang waktu itu menuntut semua aktivitas harus berubah, yang di awali dengan adanya kebijakan lockdown dan Work From Home. Dan dari kondisi inipun menciptakan suatu aktivitas yang baru, suatu kebiasaan yang baru yang kemudian disebut dengan era New Normal. Di masa lockdown ini, di masa era new normal ini. kita semua dituntut untuk menyesuaikan diri dengan teknologi digital. Karena memang penyesuaian diri dengan teknologi digital ini lah yang dirasa menjadi peluang yang terbaik. Dimana dengan tujuan supaya segala bentuk kegiatan bisa terlaksana dengan baik, namun dengan tidak mempertaruhkan keselematan jiwa yakni dengan upaya menjaga jarak. 

Maka dengan kondisi ini, masyarakan Indonesia yang dirasa pada awalnya serasa tidak mungkin menyesuaikan diri dengan teknologi digital, secara tidak langsung dan mau tidak mau dipaksa untuk mau dan mampu untuk langsung masuk ke era industry 4.0. Dan dari hasil pengamatan saya secara pribadi, meski mungkin masih terjadi kurang sempurna dalam pelaksanaannya. Namun masyarakat Indonesia terlihat dan ternyata memang bisa segara belajar dan menyesuaikan diri dengan cukup cepat akan kondisi new normal ini. Yang tentunya kondisi ini searah dengan industry 4.0. Sedikit terlintas difikiran saya, mungkin seandainya tidak ada virus korona, kecepatan pendidikan Indonesia dalam menyesuaikan diri dengan industry 4.0 ini juga tidak secepat ini. namun demikian harapan besar tentunya, semoga virus korona ini bisa segera teratasi dan berakhir. 

Perkembangan dunia digital sedemikian canggih, berbagai aplikasi yang mungkin mendukung berlangsungnya pembelajaran jarak jauh, semakin hari semakin berkembang dengan pesat. Banyak menu-menu bertebaran akan aplikasi tersebut diplay store. Para pemilik teknologi digital, terutama aplikasi video komunikasi mengalami lonjakan tingkat pengguna sangat jauh lebih tinggi. Sebut saja mulai dari google meet, skype, zoom cloud meeting, google hangouts meets, whats app, face time, line, messenger, google duo, dan lain-lain. 

Dan dari sekian aplikasi tersebut di atas kita ambil satu contoh. Sebut saja Zoom. Tercatat per tanggal 2 april 2020 dari okezone.com menyebutkan ada 200 juta pengguna zoom perhari. Yang padahal pada desember 2019 hanya sekitar 10 juta pengguna. Pada kamis 23 april 2020, kontari.com menyebutkan meski takut dibobol pengguna zoom mencapai 300 juta akun perhari. Meski demikian di berita lain disebutkan tentang 300 juta pengguna perhari ini, ada ralat dari zoom akan berita tersebut yang mungkin belum ada sampai segitu. 

Namun demikian bisa kita fahami, pada intinya pengguna aplikasi video komunikasi ini meningkta tajam setelah ada kebijakan lockdown pandemi korona ini. dan dari beberapa berita menyebutkan, ambilah contoh di berita tribun jabar, per sabtu, 5 September 2020, dalam hitungan jam kekayaan Eric Yuan pemilik zoom bertambah Rp. 61, 2 Triliun. Sebuah angka yang sangat fantastis menurut saya secara pribadi. 

Dan dari sedikit yang diungkapkan disini, kita bisa sedikit menilik dari kacamata ekonomi, mengingat pandemi korona ini belum tahu kapan akan berakhir, namun semoga segera berakhir. Namun demikian memang hal ini bisa menjadi pertimbangan tersendiri bagi kita, dimana ternyata diluar sana mungkin banyak sekali usaha yang sedang surut diera pandemi korona ini, namun ternyata ada satu jenis lapangan usaha yang malah sebaliknya yaitu bisa mendapatkan keuntungan yang memiliki angka yang sangat fantastis luar biasa besar. 

Sedikit menilik dari kacamata ekonomi pula, kita mau jadi sekedar pengguna teknologi digital ini ataukah kita juga mau mengambil peran dengan menjadi pemilik dari video komunikasi tertentu, yang merupakan asset yang sangat berharga dari sisi ekonomi. Mengingat ada wacana bahwa kedepan akan ada berbagai lapangan pekerjaan yang mungkin hilang. Juga, akan dampak korona ini bisa jadi akan terjadi diperkirakan 8-10 tahun kedepan. What do you want to be? hanya pengguna ataukah pemilik video komunikasi tertentu hingga akhirnya selain segi manfaat teknologi juga aka nada manfaat dari segi financial yang pasti dengan nominal yang tidak kecil. Maka semua pilihan adalah kembali kepada kita masing-masing. Semoga bermanfaat dan terimakasih.


Tulungagung, 

03 Oktober 2020

Komentar

  1. terimakasih banyak pak Naim, mohon tidak lelah untuk selalu membimbing kami.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAWALI HARI DENGAN SELALU BERSYUKUR

Sekedar mengingat masa lalu, dan mencoba menilik masa kini

Pentingnya Pendidikan, Pengajaran, dan Pembiasaan Sejak Dini