MENJADI SEORANG IBU
Oleh Zulva Ismawati
Menjadi seorang ibu merupakan impian hampir banyak setiap perempuan pasca dia menikah. Harapan untuk memiliki putra putri yang baik, yang kelak akan menjadi generasi Shalih-Shalihah yang membanggakan bagi keluarga dan masyarakat merupakan harapan yang pasti dimiliki oleh hampir banyak setiap ibu. Sebelum saya lanjut membahas tentang ibu, Disini saya jelaskan secara singkat terkait penggunaan kata hampir banyak. Kata hampir adalah mengingat bahwa setiap orang sangat mungkin memiliki pemikiran yang berbeda terkait harapan maupun cita-cita menjadi seorang ibu. Kenapa disini saya menggunakan kata hampir banyak, hal ini tidak lain adalah karena hampir banyak perempuan-ibu yang saya jumpai memiliki harapan dan cita-cita seperti penulis di atas.
Di dalam ajaran agama Islam, Ibu memiliki kedudukan yang sangat mulia. Dalam salah satu hadits Nabi diriwayatkan bahwa tat kala ada seorang sahabat bertanya, manakah yang harus dihormati terlebih dahulu apakah ibu atau Bapak, maka Nabi Muhammad Saw. Menjawab ibumu-ibumu-ibumu dan beliau menyebutkan kata ibumu sampai tiga kali, baru kemudian ayahmu. Ada juga hadits Nabi yang menjelaskan bahwa surga ada ditelapak kaki ibu. Hal ini memiliki arti betapa mulia kedudukan seorang ibu di dalam agama Islam. Namun hal ini juga tidak berarti bahwa ayah kemudian dikesampingkan, mengingat begitu pentingnya peran dan tanggungjawab seorang ayah dalam sebuah keluarga yang tentu juga memiliki jasa yang luar biasa besar. Hal ini terlihat juga bahwa dalam ajaran Islam juga mengajarkan untuk kita semua menghormati kedua orang tua kita. Sebagai contoh begitu mulianya kedudukan keduanya dalam Islam diriwayatkan dalam salah satu Hadits Nabi bahwa Ridha Allah ada pada Ridha kedua orang tua, dan Murka Allah ada pada murka Keduanya. Hal ini menunjukkan bahwa baik ayah maupun ibu memiliki kedudukan yang sangat mulia di dalam ajaran agama Islam. Namun sebagai mana judul tulisan ini, maka tulisan ini akan berfokus kepada Ibu, adapun tulisan terkait ayah akan coba penulis ulas pada tulisan selanjutnya.
Dalam suatu kehidupan berumahtangga, ibu memiliki peran yang sangat besar terlebih dalam mendidik putra-putri mereka. Seperti dalam ilmu manajemen pendidikan bahwa pendidikan pertama bagi seorang anak adalah berada di rumah. Baik ayah maupun ibu memiliki peran sangat penting dalam mendidikan putra-putri mereka baik dari segi karaktek, akhlak, dan lain sebagainya. Terlebih bagi seorang ibu, pendidikan dirumah utamanya adalah berasal dari ibu. Di mana ibu adalah seseorang yang memiliki waktu yang lebih banyak dengan anak, sejak si anak bangun tidur hingga tidur lagi, dari pagi sampai petang, dari petang sampai pagi lagi. Selain juga ibu di anugrahi perasaan lembut dan kasih sayang yang mungkin lebih dari ayah. Hal ini tentu juga bukan berarti peran ayah dalam mendidik putra-putri mereka tidak lah diperlukan. Karena baik Ibu maupun ayah merupakan dua sosok yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan, membimbing putra-putri mereka untuk belajar dan menjadi orang yang berhasil dikemudian hari. Hanya saja dalam hal ini, ibu dengan intensitas waktu yang dimilikinya bersama anak mereka, ibu dengan jiwa keibuannya memiliki peran yang nampak lebih besar dalam mendampingi dan membimbing putra-putri mereka. Ada satu kata orang bijak yang menyebutkan bahwa ibu ibarat tiang, jika tiangnya baik maka kokoh pula bangunannya, jika ibu baik maka baik pula anak-anak mereka. Hal ini menunjukkan begitu besar peran seorang ibu dalam mendidik anak-anak mereka.
Jika ditilik dari ilmu psikologi, ibu yang merupakan seorang perempuan, memiliki perasaan yang lebih sensitif dari pada laki-laki dalam hal ini ayah. Seorang ibu akan lebih mudah cepat menangis tat kala merasa sedih pun juga demikian tat kala bahagia, terutama akan hal-hal yang menyangkut dengan putra-putri mereka. Dalam hal ini ibu memiliki kasih sayang yang lebih dari pada ayah. Meskipun hal ini juga tidak berarti kemudian ayah tidak sayang. Hal ini tidak lain ibu lebih cenderung menunjukkan kasih sayang kepada putra-putri mereka, yang mungkin berbeda dengan si ayah yang tidak terlalu menunjukkan rasa sayang yang dimiliki kepada keluarga mereka. Ibu akan memiliki perasaan tidak tega kepada putra-putri mereka, terlebih saat mereka sedang bersedih atau ada yang terluka.
Di satu sisi kasih sayang yang secara berlebih ditunjukkan kepada putra putrid mereka juga akan mampu berakibat tidak baik terhadap tumbuh kembang mereka. Karena sesuatu yang sifatnya berlebih tentu tidaklah baik. Dalam hal ini seorang ibu dituntut untuk mampu mengendalikan diri dan mengendalikan perasaan kasih sayangnya dan memberikan kasih sayang sesuai dengan porsi yang tepat kepada putra-putri mereka. Sehingga kedepannya kelak, putra-putri mereka akan mampu menjadi generasi yang baik seperti yang diharapkan.
Selain peran di atas, ibu masih memiliki peran lainnya yang cukup banyak dan mungkin sangat banyak apabila di susun dalam sebuah daftar peran seorang ibu. Berikut coba saya gambarkan. Selain mendidik putra-putri mereka, ibu juga masih memiliki peran mengurus rumah tangga. Kata rumah tangga terlihat hanya terdiri dari dua kata sederhana, dan mungkin bagi sebagian orang hanya dianggab sebelah mata. Namun siapa sangka bahwa pekerjaan rumah ibu rumah tangga yang setiap hari mengurus rumah tangga merupakan pekerjaan yang seperti tiada habisnya untuk dikerjakan. Mulai dari mencuci baju, setrika, membersihkan rumah, beberes rumah, mengasuh putra-putri mereka, menyiapkan keperluan anak-anak sekolah, ada juga yang membantu anak-anak mereka belajar di rumah, menyiapkan sarapan, dan lain sebagainya. Kalau seseorang pulang kerja, akan ada jam kerja ambilah contoh dari jam 07.00 pagi sampai jam 12.00 siang atau jam 16.00 sore dan setelah seseorang pulang kerja akan ada jam istirahat sesampainya di rumah. Hal ini sangat berbeda dengan seorang ibu rumah tangga. Pekerjaan ibu rumah tangga seperti tiada habisnya, ketika seseorang capek mungkin akan cenderung segera beristirahat baik itu cari udara segar atau pun tidur untuk sejenak. Namun tidak dengan seorang ibu rumah tangga. Tat kala putra-putri mereka berangkat sekolah, si ibu mungkin akan beberes rumah dan mengerjakan semua pekerjaan rumah lainnya dengan sekuat tenaga yang dimiliki. Tat kala putra-putri mereka tertidur ibu mungkin akan bangun terlebih dahulu untuk bersih-bersih rumah dan menyiapkan segala keperluan yang mungkin masih belum disiapkan. Terutama bagi mereka yang memiliki putra-putri mereka terutama misal masih pada kecil. Bagi seseorang yang belum pernah mengalami hal ini mungkin terlihat hanya cerita sederhana yang kurang atau bahkan tidak memiliki arti. Namun bagi yang sudah menjalani sebagai seorang ibu, tentu hal ini akan sangat berbeda. Seorang ibu akan rela menahan lapar, demi putra-putri dan keluarga mereka. ibu akan rela merasakan capek mengerjakan semua pekerjaan rumah, demi kebahagiaan seluruh anggota keluarganya. Tidak bisa dibayangkan pengorbanan waktu dan tenaga seorang ibu yang telah diberikan kepada putra-putri serta keluarga mereka. meski dengan catatan, ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang tidak terlihat ada nilai materi didalamnya, tidak ada gajinya.
Seorang ibu tidak banyak mengeluh, seorang ibu akan sangat bahagia asal melihat putra-putri dan anggota keluarganya bahagia. Seorang ibu adalah seorang perempuan yang juga membutuhkan seseorang yang selalu menguatkan dan mendukungnya, membutuhkan seseorang sebagai tempat sandaran tat kala dia merasa lelah dan mungkin dibarengi rasa jenuh yang kadang hadir. Di sinilah peran seorang ayah (suami) sangat diperlukan untuk mendukung seorang ibu dalam menjalankan semua tugas dan tanggungjawabnya. Seorang ibu-ayah yang saling pengertian satu sama lain akan mampu menciptakan sebuah keluarga yang harmonis dan bahagia. Bukan sebuah keluarga yang saling menjatuhkan atau pun mencemooh atau pun saling menuntut perhatian dan bahkan saling menyalahkan. Naudzubillah.
Ditili dari sisi Sosial-Ekonomi seorang ibu di bagi menjadi dua macam. Dari sekian tugas dan pekerjaan ibu yang telah disebutkan diatas, seorang ibu ada juga yang masih bekerja dalam rangka membantu suami mereka memenuhi kebutuhan hidup. Berikut pembagiaannya: Satu, adalah ibu rumah tangga sepenuhnya yang tidak nyambi bekerja baik di dalam maupun di luar rumah. Dua adalah ibu rumah tangga yang juga nyambi bekerja di rumah. Tiga, adalah ibu rumah tangga yang juga nyambi bekerja di luar rumah yang biasa di sebut dengan wanita karir. dari sini bisa kita ketahui bersama, betapa besar dan peran seorang ibu, selain mengerjakan pekerjaan rumah yang demikian banyak, masih juga bekerja untuk keluarga mereka.
Rasa terimakasih yang luar biasa penulis sampaikan kepada Ibu penulis khususnya, dan pada semua ibu yang membaca tulisan ini. Jasa dan perjuangan mu sungguh luar biasa. Tidak ada hadiah apapun atau biaya berapapun yang mampu menggantikan semua keikhlasan mu dalam mengasuh dan mengurus keluargamu. Semua doa-doa yang engkau berikan demi kesuksesan anak-anakmu sungguh luar biasa, siang-malam tiada henti. Maafkan atas segala kekurangan dan pengabdian yang tiada banding dibanding dengan pengorbananmu selama ini. Ibuk, Semoga selalu panjang umur dan dianugerahkan kesehatan dan kebahagiaan. Teruntuk Bapak Penulis semoga beliau khusnul khotimah.
Teruntuk ayah (suami penulis) terimakasih telah selalu hadir menemani, selalu mendukung dan support system yang telah diberikan. Terimakasih telah menjadi ayah (suami) yang luar biasa.
Sambirobyong, 16 November 2023
Menulis nyambi momong bocil twins cantik-cantik nan sholihah. Aaamiiin.
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar