KETIKA KEGUNDAHAN MELANDA

Oleh: Zulva Ismawati

Setiap manusia dianugerahi Allah dengan Hati(perasaan) dan akal(fikiran). Pada kesempatan kali ini saya akan mensharingkan tentang mengelola hati atau perasaan bagi seseorang yang mungkin sedang mengalami kegundahan. Tulisan ini terinspirasi dari pernak-pernik kehidupan yang mungkin saja dialami oleh seseorang sehingga membuat hati dan fikiran mengalami kegundahan atau kegelisahan.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa hati, perasaan seseorang terkadang bisa berubah. Perubahan hati dan fikiran ini bisa saja terjadi secara pelan atau bahkan ada yang terjadi secara tiba-tiba. Penyebab perubahan bisa bermacam-macam, bisa faktor dari luar maupun faktor dalam diri pribadi seseorang. 

Cara mengungkapkan perasaan atau emosi jiwa yang dimiliki oleh setiap orang tentu tidak sama. Ada seseorang yang akan menangis tersendu-sendu. Ada pula yang mungkin dia terdiam, tanpa ngomong satu kata pun. Ada yang mungkin dia tersenyum kecil bahkan tak jarang sering meneteskan air mata tat kata bahagia. Adapula yang mungkin hatinya gampang tersentuh. Ambilah contoh ketika menonton film tertentu, ada yang mudah terbawa suasana sehingga ikut menangis dan tertawa dengan menonton film tertentu. atau bahkan ada yang tidak mudah menangis atau cuek saja dengan kondisi disekitarnya, dan lain sebagainya. iya, kembali lagi bahwa manusia memang diciptakan Allah dalam keadaan unik. 

Tat kala seseorang menjumpai apa yang dia senangi, maka pastilah akan ada kemareman dan kebahagiaan dalam diri seseorang tersebut, baik itu dia ungkapkan atau tidak, baik dia expresikan atau tidak. Dan demikian pula dengan sebaliknya. Apabila dia menemui sesuatu yang tidak dia senangi, atau bisa jadi itu adalah suatu masalah, maka pastilah dia akan merasa sedih, baik itu diungkapkan atau tidak. 

Kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam mengendalikan hati atau perasaan adalah tidak sama. Ada seseorang yang memang tetap bisa mengendalikan hati dan perasaannya dengan baik, baik dia dalam keadaan senang terlebih dalam keadaan sedih. Namun tidak jarang, ada pula yang merasa mudah larut dalam kondisi, sehingga apabila dia merasa sedih sulit untuk keluar situasi dan terus mengalami kegundahan. 

Hati dan fikiran yang dimiliki oleh seseorang menentukan cara betindak seseorang. Hati dan fikiran setiap orang adalah orang tersebut yang bisa mengendalikan. Selain kuasa Allah. Hati dan fikiran yang tenang, akan membuat seseorang menjadi tenang pula. Dan demikian pula sebaliknya. 

Hati dan fikiran yang pandai bersyukur akan membuat hidup seseorang dipenuhi dengan kebahagiaan. Berapapun masalah yang dia hadapi, kalau seseorang tetap bisa berusaha tenang bisa mengendalikan hati dan fikirannya dan mencoba mengurai satu persatu masalah yang dimiliki, insyaAllah cahaya terang lambat laun akan terlihat dan masalah pun akan reda. Namun demikian tidak jarang mungkin seseorang akan bisa larut dalam masalah. Mungkin diantara pembaca ada yang pernah mengetahui tentang, seseorang tergantung dengan pola pikirnya. Seseorang tergantung bagaimana dia mengelola hati dan fikirannya. 

Seperti yang diungkapkan diatas, hati dan fikiran seseorang sangat mungkin mengalami perubahan. Perubahan ada yang mungkin pelan atau mungkin tiba-tiba. Mari sejenak kita merenungkan, bahwa kita adalah makhluk Allah. Allah adalah Dzat Yang Maha Kuasa, Yang Maha membolak-balikkan hati. 

Sebagai seorang manusia biasa tentunya kita hanya bisa berusaha sebaik mungkin dan selebihnya kita pasrahkan semua kepada Allah. Termasuk demikian dalam mengelola hati dan fikiran. Penting sekali kita bisa mengendalikan hati dan fikiran kita. Seperti yang kita tahu bahwa kita sebagai manusia di anugerahi Allah berupa hawa nafsu, keinginan yang memang sangat ingin kita penuhi, sangat ingin untuk kita raih, baik itu berupa keinginan yang menyangkut fisik maupun batin. 

Tentunya sangat wajar, apabila setelah mendapatkan sesuatu kita akan kemudian menginginkan sesuatu yang lain, yang mungkin yang lebih baik lagi dan demikian seterusnya. Kita juga di anugerahi Allah suatu rasa bosan, dan mungkin tidak jarang merasa tidak suka akan sesuatu atau mungin sangat tidak suka. Kebaikan atau ketidak baikan dalam diri seseorang, kepandaian dalam mengelola hati dan fikiran, keinginan untuk mencapai sesuatu yang diinginkan adalah seseorang tersebutlah yang bisa mengendalikan dan mengelolanya. 

Berikut adalah syiiran jawa, yang mungkin dulu dan sampai sekarang masih sering dijadikan sebagai salah satu pujian ketika hendak melaksanakan jamaah sholat di Masjid-masjid atau mushola. Terlihat sederhana. Namun apabila kita bersedia mengamalkan dan istiqomah insyaAllah kita akan dijauhkan dari kegelisahan dan kegalauan. Adapun untuk saat ini kita mengamalkan atau tidak, diri kita sendiri dan Allah yang lebih tahu. Mari sejenak kita melantunkan pujian berikut ini, dan semoga kita semua selalu dalam ketenangan hati, kebahagiaan, dan keberkahan hidup. Berikut adalah pujian yang berjudul Tombo Ati dalam Versi Bahasa Jawa dan Versi Bahasa Indonesia.

Tombo Ati

Tombo ati, iku limo perkarane

Kaping pisan moco Qur’an sak maknane

Kaping pindo sholat wengi lakonono

Kaping telu wongkan sholeh kumpulono

Kaping papat dzikir wengi engkang suwe

Kaping limo kudu weteng betah luwe

Salah sijine sopo biso ngelakoni

insyaAllah Gusti Allah nyembadani

Obat Hati

Obat hati ada 5 perkaranya

Yang pertama baca Qur’an dan maknanya

Yang kedua sholat malam dirikanlah

Yang ketiga berkumpulah dengan orang sholih

Yang keempat dzikir malam perpanjanglah

Yang kelima berpuasa

Salah satunya siapa bisa menjalani, InsyaAllah Allah ta’alaa meridhoi

Dari syiir atau pujian diatas, nampak bahwa diungkapkan obat hati ada lima hal diatas. Hal yang sangat sederhana, dan sangat familiar mungkin ditelinga kita. Namun apabila kita mau mengamalkannya dan istiqomah insyaAllah akan sangat membawa dampak luar biasa dalam hati dan fikiran kita. Nikmat iman, islam, dan ikhsan mari kita syukuri bersama, dan semoga kita semua termasuk orang-orang yang selalu mendapatkan ridho dari Allah dalam setiap hal yang kita lakukan. Dan semoga kita semua dianugerahi Allah dengan jiwa-jiwa yang tenang dan selalu pandai bersyukur. Aaamiiiin. 

Semoga tulisan ini sedikit banyak membawa manfaat. Tentunya penulis disini masih sangat miskin ilmu, dan sama sekali tidak bermaksud menggurui. Tulisan ini merupakan bentuk sharing dari beberapa hal yang mungkin dialami oleh penulis sendiri maupun orang-orang disekitar penulis. Mari kita belajar bersama dan mari kita saling mengingatkan untuk selalu dalam kebaikan.


Sambirobyong-Tulungagung

Rabu, 12 Agustus 2020

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAWALI HARI DENGAN SELALU BERSYUKUR

Sekedar mengingat masa lalu, dan mencoba menilik masa kini

Pentingnya Pendidikan, Pengajaran, dan Pembiasaan Sejak Dini