MANAJEMEN MASALAH
Oleh: ZULVA ISMAWATI
Tulisan ini terinspirasi oleh beberapa orang disekitar saya yang mungkin sedang mengalami masalah. Jujur, saya sendiri adalah seseorang yang masih miskin ilmu dan masih harus banyak sekali belajar tentang pengetahuan. Namun demikian dari sedikit pengetahuan yang saya miliki, semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan bisa membantu teman-teman sekalian yang sedang menghadapi masalah.
Manusia adalah makhluk sosial, namun selain itu pula manusia juga merupakan makhluk individu yang pasti memilliki privasi masing-masing. Manusia pula diciptakan Allah dengan sangat unik. Mulai dari fisiknya, psikologinya, sosialnya, kecerdasannya, agamanya, kondisi ekonominya, pekerjaannya, dan lain sebagainya. Dari keunikan ini manusia yang satu dengan manusia yang lain tidak lah ada yang sama 100%. Ambilah contoh, ada sesorang yang hampir sama dalam segi fisik, baik wajah maupun fisiknya katakanlah mereka kembar, yakinlah pasti ada perbedaan, baik dari sisi psikologinya atau mungkin kecerdasannya. Atau mungkin seseorang ada yang hampir sama tingkat psikologinya, bisa jadi dia akan berbeda dari sisi lainnya. Itulah manusia, Allah memang telah menciptakannya dalam keadaan sangat unik.
Dengan adanya keunikan diatas maka bak pelangi, dengan adanya perbedaan ini akan bisa menjadikan sesuatu lebih indah dan menarik. Bisa dibayangkan kalau satu dunia ini dihuni oleh orang yang sama, ambilah contoh kaya semua, maka apa mungkin ada orang yang bersedia menyapu jalanan, bekerja mengangkut sampah, menjadi pedagang keliling, dan lain sebagainya. Ada seseorang yang memiliki fisik yang kurang, namun dia memiliki keahlian tertentu yang luas biasa yang tidak dimiliki oleh orang normal yang lain. Ada seseorang yang tidak begitu memiliki harta yang banyak, hidup sederhana. Namun ada pula orang yang hidup berkecukupan secara materi, namun dia memiliki kebahagiaan yang kurang entah itu karena kondisi keluarga atau di sisi lainya. Dan demikian pula dengan segala contoh yang lainnya. Namun dengan adanya perbedaan-perbedaan tersebut selain memang bisa menjadi indah, akan sangat mungkin juga menimbulkan masalah bagi seseorang individu yang bersangkutan. Yakni apabila seseorang individu tersebut tidak mencoba memahami adanya perbedaan dan keunikan yang memang telah Allah ciptakan tersebut. Namun memang ada kondisi seseorang yang memang dia terlihat baik dari segala sisi kehidupannya, katanlah dia memang termasuk orang yang sangat beruntung.
Selama manusia masih hidup didunia ini, manusia akan terus berada dalam sisi kehidupan baik sebagai individu dirinya sendiri dengan segala sisi kehidupannya, sebagai makhluk sosial yang dihidup bersama orang disekitarnya, dan tentunya sebagai makhluk tuhan. Dari ketiga hal diatas setiap manusia pastilah mengharapkan dia bisa baik dalam segala sisi yang ada. Karena manusia memang unik, maka termasuk “ukuran baik” disini setiap manusia memiliki takaran dan kadarnya masing-masing. Sudah cukup baik bagi kita, akan sangat mungkin belum cukup baik menurut orang lain, dan demikian pula sebaliknya dan demikian pula dengan keadaan-keadaan lainnya.
Sesuatu hal bisa dianggab menjadi masalah bagi seseorang, salah satunya adalah dipicu oleh adanya kenyataan yang kurang sesuai dengan harapan atau ukuran baik yang dimiliki oleh seseorang tersebut. Karena manusia memang makhluk yang kompleks, maka masalah manusia juga mungkin muncul dari berbagai sisi yang itu pun pasti tidak sama antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. Baik itu mungkin dari sisi psikologinya, fisiknya, ekonominya, pekerjaannya, dan lain sebagainya.
Berbicara tentang masalah, tingkatan tentang masalah yang dihadapi oleh seseorang bisa jadi tentulah berbeda-beda. Ada yang berat, sehingga sangat sulit dihadapi, ada yang sedang, ada yang mudah, atau ada yang sangat mudah atau ada pula yang itu bisa dianggab sesuatu bisa dianggab menjadi masalah atau pun tidak. Sisi masalah yang dihadapi oleh seseorang pun berbeda-beda. Ada seseorang yang memiliki masalah disisi ekonominya, psikologinya, keluarganya, kecerdasannya, sosisalnya, dan lain sebagainya. Namun demikian, definisi masalah itu sendiri pun mungkin menemui perbedaan antara satu orang dengan orang lain, dimana ada pula yang mendefinisikan bahwa masalah adalah segala hal yang ada dihidup seseorang selama seseorang hidup. Ada pula yang mendefinisikan, bahwa masalah itu sendiri adalah sesuatu yang bisa dianggab ada atau tidak, tergantung dari sudut pandang yang digunakan oleh seseorang.
Yang jelas kita tahu, dalam hati kecil seseorang tidak ada seseorang pun yang senang mendapat masalah. Dan kita tentunya selalu menginginkan segala sesuatu agar sesuai dengan keinginan kita, sesuai dengan harapan kita. Namun disini perlu kita singgung sedikit bahwa karakter seseorang adalah sangat unik, sangat berbeda-beda sudut pandangnya, dalam menyikapi dan menghadapi keinginannya sendiri. Ada seseorang yang memang memiliki sifat sederhana, sifat penerima, ada pula yang cenderung pesimis, ada yang suka berjuang sampai sekuat tenaga, atau bahkan ada yang sebagian kecil akan merasa sangat sedih apabila keinginannya tidak tercapai hingga akhirnya merasa sangat terpuruk atau mungkin ada yang biasa-biasa saja apabila sesuatu belum bisa sesuai keinginannya. Iya, manusia, kita semua memang sangat unik.
Namun yang perlu kita tahu bahwa segala sesuatu memang tergantung bagaimana cara kita menyikapinya. Apakah kita akan menganggab sesuatu yang datang itu masalah apa tidak? Adalah tergantung pada perspektif kita masing-masing dan cara kita menyikapi akan masalah tersebut. Para pembaca sekalian, kita sebagai manusia adalah diperintahkan untuk berikhtiar, berusaha sekuat tenaga, maka dengan dibarengi dengan berdo’a kepada Allah, dengan dilanjutkan berpasrah, berserah diri, tawakkal kepada Allah atas segala ketentuan itulah yang bisa kita lakukan.
Dalam pembuatan suatu acara, apabila tidak ditata dengan baik, tentulah akan sangat berantakan dan tidak beraturan. Ambilah contoh ada acara pernikahan, siapa yang bagian dekorasi, bagian konsumsi, bagian humas, dan lain sebagainya, apabila tidak saling bagi tugas, tidak ditata dengan baik tentu akan sangat berantakan. Namun ada pula pekerjaan yang bisa kita selesaikan sendiri, karena ketika dikerjakan masih sangat mungkin dikerjakan sendiri. Ambilah contoh seseorang ibu rumah tangga, dia bisa langsung memasak, mencuci, menyapu, atau mungkin sambil mengerjakan tugas lain dalam satu waktu dan semua bisa terselesaikan dengan baik. Demikian pula dengan suatu masalah yang dihadapi oleh seseorang, maka diperlukan penataan, pengaturan, pengorganisasian supaya bisa teratasi dengan baik hingga akhirnya tidak akan ada masalah. Namun memang kita tahu takaran bahwa ada suatu masalah yang dihadapi oleh seseorang namun itu tidak bisa terselesaikan, karena memang sudah murni dari Allah, katakanlah wajah seseorang, bentuk fisik dan lain sebagainya. Dalam hal ini memang yang bisa kita lakukan adalah belajar cara menghadapi atau menyikapi.
Berkaitan dengan cara mengelola maka ada istilah yaitu manajemen. Kalau mungkin pembaca sekalian pernah membaca tentang manajemen resiko, manajemen komunikasi, manajmene organisasi, manajemen kurikulum, atau bahkan manajemen qolbu, dan lain sebagainya. Maka demikian pula dengan suatu masalah, dalam hal ini juga sangat perlu dikelola yaitu dengan manajemen masalah.
Dalam ilmu manajemen, ada isitilah planning (perencanaan), organizing (mengatur/mengelola), actuating (melaksanakan), dan controlling (mengontrol/ mengawasi). Pada tahap pertama kita perlu melakukan planning atau perencanaan. Pada tahap ini masalah apa itu, perlu diangan-angan, mungkin tidak dicapai atau diselesaikan, tingkat kesulitannya seberapa, mencoba melakukan analisa dari berbagai sisi. Misal agak kompleks masalahnya, analisa boleh menggunakan analisis SWOT atau mungkin analisa lainnya. misal cukup melakukan analisa biasa maka cukup, karena kembali lagi, tingkat masalah seseorang tidak sama, atau pun mungkin karena tipikel orang berbeda-beda sehingga cara memandang akan suatu masalah juga berbeda-beda.
Setelah melakukan perencanaan, tahap selanjutnya adalah mengelola. Pada tahap ini, siapa saja kira-kira orang yang behubungan dengan masalah, atau siapa saja orang yang kira-kira dianggab bisa membantu menyelesaikan masalah, atau apa saja kira-kira yang diperlukan dalam menyelesaikan masalah, kesemuanya ini disiapkan, diatur dengan baik, dikelola dengan baik. Tahap organizing ini, bisa jadi apabila akan berbarengan dengan seseorang melakukan tahap sebelumnya yaitu perencanaan. Kembali lagi karena tingkatan masalah atau cara sudut pandang seseorang akan masalah tidak sama.
Setelah seseorang mengelola tahap selanjutnya adalah actuating, action, melaksanakan. Sesuatu hanya direncanakan, dikelola, tidak akan ada manfaatnya kalau tidak dilaksanakan. Dan apabila seseorang mau hasilnya baik, maka lakukanlah apa yang direncanakan. Namun pada tahap ini kita juga tidak boleh lupa, bahwa segala hasil yang diterima adalah sudah diluar kemampuan kita, bukan wilayah kita, dan perlu kita yakini bahwa segala sesuatu adalah sudah sesuai dengan kehendak Allah, dan apapun yang Allah berikan kepada kita yakinlah itulah yang terbaik untuk kita, insyaAllah. Namun demikian kita sebagai manusia, sebagai makhluk Allah jangan pernah berputus asa dari Rahmad Allah, dari pertolongan Allah, dan yang harus kita lakukan adalah berusaha semaksimal mungkin dan berdo’a, selanjutnya berikhtiar. Dalam tahap melaksanakan ini, kita juga sekaligus melakukan tahap controlling/pengawasan atas apa yang kita lakukan. Jangan sampai kita melakukan sesuatu dengan gegabah, atau mungkin kita melakukan sesuatu yang tidak sesuai perencanaan yang sudah dibuat sebelumnya. Meski memang akan ada suatu kondisi mungkin, yang kita dipaksa mengambil keputusan secara mendadak atau tiba-tiba. Sahabat sekalian, Setelah kita merencanakan, mengatur, melaksanakan, dan mengontrol maka ada tahap lagi yaitu apabila hasil yang dicapai misal masih kurang sesuai harapan, yaitu melakukan evaluasi untuk melakukan perencanaan lebih baik lagi. Namun apabila hasil sudah bisa sesuai harapan maka evaluasi bisa dilakukan ataupun tidak, namun akan sangat baik, tetap melakukan evaluasi atas faktor-faktor apa sehingga hal itu bisa jadi catatan tersendiri baik bagi diri kita sendiri atau lembaga tertentu.
Masalah yang dihadapi oleh seseorang bisa jadi melibatkan diri sendiri, ataupun mungkin ada yang melibatkan orang lain, atau adapula yang mungkin melibatkan banyak orang. Maka yang perlu kita lakukan adalah melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya, tidak pernah berputus asa dari rahmad Allah, selalu semangat, selalu optimis, jangan lupa selalu berdo’a dalam setiap hal yang kita lakukan. Yakinlah bahwa Allah tidak akan memberikan masalah diluar kemampuan kita. Yakinlah bahwa yang Allah berikan adalah yang terbaik bagi kita. Tanamkan dalam diri kita bahwa masalah ini ringan, dan kita pasti bisa menghadapi. Urailah satu persatu masalah, jangan berfikir sulit, karena sudut pandang kita akan sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan tercapai. Berusah tetap tenang, menjaga ketenangan hati adalah sangat penting, dan yakinlah bila hati kita bisa tenang dalam menghadapi sesuatu, dan kita melakukan sesuatu sebaik mungkin. Selalu berkhusnudzon kepada Allah. Karena Allah adalah sesuai dengan prasangka hambanya.
Tentunya ini adalah berupa sharing ilmu, karena saya sendiri sebagai penulis disini juga merupakan manusia biasa, yang tentu masih banyak kekurangan, dan benar-benar bukan bermaksud menggurui, namun hanya sekedar sharing ilmu dari bacaan yang pernah ditemukan. Semoga kita semua dijauhkan dari masalah, ataupun mungkin misal ada yang sedang memiliki masalah dalam bentuk apapun, semoga segera diberikan solusi, diberikan kemampuan dalam menghadapi, dan menyelesaikan. Semoga kita semua selalu dianugerahi Allah kelancarana, keringanan dalam mengerjakan semua hal, kebahagiaan, keselamatan, dan keberhakahan dalam hidup kita. Aaamiiiin yaa rabbal aaalaamiin. Semoga bermanfaat dan mohon maaf atas segala kekurangan.
Sabtu, 1 Agustus 2020
Sambirobyong-Tulungagung

Superb Ibu. 😍
BalasHapusterimkasih MB eka
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusLuar biasa
BalasHapustrmksh pak suherdi,.mhon masukanya
Hapusmhon saran dan masukanya.
BalasHapusTerus menulis Mbak.
BalasHapusterimakasih pak naim, mhon bimbingannya selalu.
HapusAamiin...mantap
BalasHapusterimakasih bu eni
Hapus