PUJI DAN BANGGALAH PADA DIRIMU
Oleh Zulva Ismawati
Tulisan ini terinspirasi dari sekian hal yang mungkin ada disekitar penulis. Tulisan ini penulis tujukan kepada pembaca sekalian yang saat ini masih menempuh cita-cita, masih dalam tahap belajar, memiliki rasa kurang percaya diri terhadap diri sendiri, merasa minder terhadap lingkungan disekitar, merasa memiliki kekurangan, dan mungkin sering merasa mengeluh terhadap diri sendiri dan keadaan. Tulisan ini secara tidak langsung juga mengingatkan penulis sendiri untuk selalu belajar dan berusaha. Semoga tulisan ini bermanfaat dan mari belajar bersama-sama.
Setiap orang terbiasa memuji orang lain. Mungkin hampir setiap hari dan setiap saat kita lakukan. Baik ketika ketemu, melihat, berpapasan, atau mungkin ketika ngobrol dengan orang lain. Mari kita coba ingat pula berapa kali anda memuji orang lain, mengagumi orang lain, dan kapan anda terakhir memuji orang lain. Namun dari sini hal yang perlu kita perhatikan kembali adalah bahwa banyak orang yang ternyata lupa untuk memuji diri mereka sendiri, banyak yang lupa untuk bangga terhadap diri mereka sendiri. Bahkan mungkin yang lebih jauh lagi ada yang merasa sangat kurang dibandingkan dengan yang lain, sehingga apalagi memuji yang mungkin muncul mungkin adalah perasaan minder. Mari coba kita ingat kembali, berapa kali anda telah memuji diri anda sendiri, dan kapan terakhir anda melakukannya.
Dari hal yang paling kecil misal, kamu pintar sekali kalau memasak (meski mungkin kamu tahu dalam hati kecilmu bahaw masakan kamu sebenarnya kurang enak, pujilah dirimu sendiri dan berkatalah pada dirimu : “enak kok masakanmu, tentunya apabila disbanding dengan orang yang pintar masak, dan misal saat ini kurang enak, nanti coba masak lagi dan belajar lagi, semangat”). Misal tentang nilai akademik yang kurang bagus, padahal kamu sudah berusaha sebaik mungkin, namun hasilnya masih kurang bagus. Berkatalah pada dirimu: “kamu bagus sekali, kamu sudah berusaha sebaik mungkin, tidak apa-apa misal sekarang hasilnya kurang bagus, namun minimal kamu sudah berusaha, good job…(nama kamu disebut sendiri), lakukan instropeksi, terus belajar dan terus perbaiki diri, masih banyak sekali orang yang belum seberuntung kamu, kamu sudah diberikan kesempatan oleh Allah untuk belajar, lakukan yang lebih baik lagi untuk selanjutnya, semangat”. Dan misal masih ada rasa minder, mungkin bisa juga ditambahkan. Katakanlah pada dirimu : “Setiap orang memang memiliki takdir yang berbeda, mungkin saat ini kamu masih ada kurangnya, tapi yakinlah akan tiba masanya kamu akan bisa juga mencapai apa yang kamu inginkan, selama kita tidak pernah berputus asa, terus berusaha, dan berdo’a, semangat”. Dan lain sebagainya.
Setiap orang pasti pernah bahkan mungkin sering berkata dalam hatinya, berkata terhadap dirinya sendiri. Mungkin ada beberapa orang yang tidak menyadari bahwa ketika kita sering bilang kedalam diri kita sendiri, bahwa kamu itu tidak baik, kamu itu tidak bisa apa-apa, kamu itu bukan siapa-siapa, kamu itu tidak cantik, kamu itu bukan orang kaya, kamu itu tidak pintar, dan lain sebagainya sebenarnya secara tidak langsung hal itu akan sangat berpengaruh terhadap diri kita sendiri. Dan sebaliknya ketika seseorang sering bilang pada dirinya sendiri, sering memuji dirinya sendiri, bangga terhadap diri sendiri, meski sebenarnya dia mengetahui bahwa dia masih ada kurangnya. Hal ini akan bisa mendorong seseorang untuk terus melakukan perbaikan, dan terus berusaha menjadi lebih baik.
Ketika dikatakan kepada diri mereka sendiri, kamu itu bisa…(sambil disebut namanya sendiri).., maka secara tidak langsung itu akan sangat membawa pengaruh terhadap pola pikir, tindakan, segala bentuk usaha dan satu lagi dengan keyakinan. Maka apapun yang kita yakini sebenarnya itulah yang akan terjadi. Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin misal Allah sudah berkehendak. Mungkin sedikit senada dengan sebuah hadits qudsi, ana ‘inda dzonni abdi (AKU adalah sesuai prasangka hamba-KU). Selalu semangat dan mari berusaha sebaik mungkin atas semua yang kita usahakan.
Karunia Allah kepada kita semua sangatlah banyak sekali dan tidak terhitung jumlahnya. Setiap hari dan setiap saat, kapanpun, dimanapun. Apabila kita masih saja melihat diri kita dari apa segala kekurang yang ada dalam diri kitah sehingga membuat kita selalu mengeluh, merasa kurang, dan mungkin sampai merasa minder. Padahal disamping dari sisi kekurang yang kita miliki pasti terdapat sisi kelebihan dari diri kita, yang bahkan mungkin sangat banyak hanya saja itu tidak terlihat karena kita fokus dengan kekurangan kita. Maka apa yang kita dapat dengan kita selalu mengeluh. Kenapa tidak kita coba dengan melihat dari sisi yang lain, dari sisi kelebihan kita yang mungkin selam ini kita tidak fokus terhadap kelebihan tersebut.
Seandainya mau kita coba memahami bahwa nikmat Allah kepada kita adalah sangat banyak sekali, saking banyaknya sampai kita menghitungnya saja tidak akan mungkin mampu. Dan bahkan apabila kita mau melihat lebih jauh juga kondisi disekitar kita, maka akan terlihat orang-orang yang mungkin masih sangat jauh dibawah kita, dan masih sangat banyak kekurangan. Misal ada disekitar kita orang yang lebih baik, jauh lebih baik, gunakan itu sebagai motivasi dan terus belajar menjadi lebih baik. Misal ada orang yang kurang dan masih dibawah kita, gunakan itu sebagai pembelajaran, menambah rasa syukur kita kepada Allah, namun jangan membuat kita kemudian menyombongkan diri. Maka masih pantaskah untuk kita selalu mengeluh dan mengeluh.
Banyak sekali orang mudah sekali memuji orang lain, namun sangat jarang orang yang bisa memuji dan bangga pada dirinya sendiri. Hal ini memang hal yang terlihat sangat sederhana dan terlihat banyak yang tidak memperhatikannya. Namun apabila diri kita mau menelisik hal tersebut, ternyata banyak sekali imbas dan manfaat yang akan didapat oleh seseorang yang melakukannya. Dengan kita mau mencoba untuk bangga dan memuji diri kita sendiri diantara manfaatnya adalah kita akan semakin memiliki rasa percaya diri akan diri kita. Kita akan bertambah percaya diri terhadap segala kemampuan dan potensi yang kita miliki.
Mencoba memulai dengan hal-hal yang paling kecil, puji dan banggalah pada dirimu. Sebagai catatan bangga disini adalah bukan dalam ranah sombong. Melainkan percaya diri disini adalah yang menjadi ukuran minimal adalah kita tidak menjadi minder atas kekurang yang ada dalam diri kita sendiri. Dan misal terdapat kekurang maka kita menyadari akan kekurangan kita, dan menyemangati diri sendiri untuk bangkit dan belajar kembali atas kekurangan tersebut. Kita semua diciptakan oleh Allah dalam bentuk paling sempurna dengan segala kelebihan dan kekurangan dalam diri kita masing-masing. Mari bangga dan puji diri kita sendiri, dan mari berusaha untuk melakukan yang terbaik, mari tingkatkan segala potensi yang kita miliki terus berusaha dan berdoa. Kita semua bisa. Semangat.
Sambirobyong-Tulungagung
Ahad, 16 Agustus 2020

Ada sebuah qoul," Al i'timadu ala nafsi asasun najah" (percaya pada diri sendiri merupakan kunci kesuksesan). Terimakasih ilmunya bu.,
BalasHapusSama-sama belajar pak Sanusi, mohon kritik dan sarannya.
BalasHapusSama-sama belajar pak Sanusi, mohon kritik dan sarannya.
BalasHapus