Pentingnya Pendidikan, Pengajaran, dan Pembiasaan Sejak Dini

Oleh Zulva Ismawati

Anak merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah kepada mereka semua, kita semua yang telah berkeluarga. Kehadiran anak dalam suatu keluarga tentu menambah lengkap kebahagiaan keluarga kita. Tawa riang, kebahagiaan buah hati tentu menjadi harapan semua orang tua.

Golden Age atau kalau dalam Bahasa Indonesia kita sebut Usia emas, adalah 1000 hari pertama kehidupan seorang bayi atau ada pula yang berpendapat usia 0-5 tahun. Emas, yang kita tahu merupakan logam mulia, dan tentu sangat penting. Sehingga masa usia ini memang masa yang sangat penting luar biasa bagi anak.

Menurut ahli psikologi usia anak dibagi menjadi dua klasifikasi, 1-6 tahun disebut anak kecil, dan 6-12 tahun disebut anak besar. Kalau kita melirik Undang-undang No 35 tahun 2014 pasal 1, yang di maksud anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun termasuk anak yang masih dalam kandungan. Dari beberapa definisi diatas, maka dapat kita fahami siapa yang disebut anak dan berapa usia mereka.

Masa kanak-kanak memang masa yang luar biasa. Menurut John Locke, seorang ahli psikologi, anak adalah pribadi yang masih bersih dan peka terhadap rangsangan-rangsangan yang berasal dari luar lingkungan. 

Mengajari anak dengan sebaik-baiknya tentu menjadi dambaan semua orang tua, baik ibu-maupun ayah. Masa depan yang baik, masa depan yang cerah, kebahagiaan dan lain-lain, tentu harapan ini yang menjadi dambaan semua orang tua atas anak mereka. Dalam hal ini para orang tua akan berusaha sebaik mungkin demi terwujudnya hal tersebut, dan memberikan pengajaran dan bekal terbaik kepada buah hati mereka.

Pengajaran dan Pendidikan dari para orang tua ini sangat penting bagi anak. Secara umum hal ini lebih di kenal dengan istilah Sekolah informal. Sekolah informal adalah sekolah pertama yang diikuti anak. Dan tentu ini merupakan tahap yang sangat penting bagi anak, mengingat ini adalah sekolah pertama dan utama yang mereka miliki dan ikuti. Adapun yang dimaksud dengan sekolah informal ini sendiri adalah lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga yang otomatis sebagai sekolah informal memiliki peranan yang sangat besar dalam kehidupan anak, dan tentu akan memberikan efek yang besar dalam keberlangsungan hidup dan masa depan anak nantinya. 

Semua anggota keluarga yang berinteraksi dengan anak akan menjadi guru mereka, terutama orang tua si anak yang tentu paling sering berkomunikasi dengan si anak. Mulai dari mengajarkan kepada anak tentang apapun, mulai dari cara berbicara, cara berjalan, cara bersikap, cara beribadah, dan kebiasaan sehari-hari lainnya.

Anak akan belajar dengan menggunakan semua panca inderanya, terutama pendengaran dan penglihatan, dan tentu ditambah dengan perasaan. Apa yang anak dengar, apa yang anak lihat, kebiasaan apapun yang ada dalam keluarga, dalam lingkungannya tentu akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan si anak nantinya. Mengajarkan kebaikan merupakan usaha yang pasti dilakukan oleh para orang tua. Dan yang paling penting adalah memberikan contoh secara langsung kepada anak, dalam kehidupan sehari-hari serta mengikut sertakan si anak. 

Orang tua tidak hanya memerintah atau memberi tahu saja akan baiknya sesuatu, namun yang paling utama juga adalah memberikan contoh. Rekam jejak apa yang diajarkan orang tua akan benar-benar teringat dalam benak si anak. Dan tentu ketika kita memberikan contoh kepada si anak, selanjutnya anak diikutsertakan dalam kegiatan tersebut, hal ini tentu akan memiliki dampak pengajaran yang luar biasa bagus kepada si anak kedepannya. Ambilah contoh mulai dari kebiasaan disiplin, kebiasaan bersih, kebiasaan ibadah, kebiasaan belajar, kebiasaan mandiri dalam segala hal dan lain-lain.

Pendidikan, pengajaran, dan pembiasaan sejak dini memang sangat penting. Apapun yang orang tua ajarkan kepada anak mereka, akan sangat mengena dan teringat dalam benak sang anak sampai kapanpun. Ada pepatah mengatakan, mengajar anak sama dengan mengukir diatas batu. Ketika kita menyampaikan yang baik, maka kebaikan itu pula yang akan menancap dalam pikirannya bak ukiran diatas batu yang sangat kuat, demikian pula dengan sebaliknya atas apa yang kita ajarkan. 

Semoga sedikit banyak tulisan ini bermanfaat, dan semoga kita semua bisa menjadi orang tua yang baik dan sangat baik bagi anak-anak kita semua. Aaamiiin.


Pare, 10 September 2021

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAWALI HARI DENGAN SELALU BERSYUKUR

Sekedar mengingat masa lalu, dan mencoba menilik masa kini