PAC Fatayat NU Sumbergempol, Senam Santri, dan Peringatan Hari Santri Nasional

Oleh: Zulva Ismawati

Masih dalam peringatan Hari Santri Nasional, yang tepat jatuh di tanggal 22 Oktober, pada kesempatan kali ini, PAC Fatayat NU Sumbergempol juga ikut andil dalam memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional tersebut.

Tepatnya jam 07.00- Selesai sekitar pukul 10.00, Minggu 25 Oktober 2021, di adakan sebuah agenda kegiatan Senam Santri yang di Motori oleh para pengurus PAC Fatayat NU Sumbergempol. Kenapa dikatakan senam santri, karena memang dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional. Dan dimana dalam kesempatan ini para peserta Senam Santri di beri intruksi untuk memakai Sarung. 

Memakai sarung memang bukan berarti kita lgsug menjadi santri, namun minimal dengan memakai sarung kita bisa sedikit banyak menirukan gaya dan budaya santri dalam berpakaian. Dimana salah satunya adalah dengan memakai sarung, dengan kata lain memang memakai sarung identik dengan santri.

Sedikit menelaah tentang budaya memakai sarung, bukan berarti juga kemudian santri tidak boleh memakai pakaian selain sarung ya. santri juga boleh pakai baju muslim, baju gaul, ya namun pasti dalam koridor kesopan santunan sesuai prinsip dan pemahaman mereka yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Senam memakai sarung, pertama kali mendengar intruksi ini, heran pasti, senam kok pakai sarung, dimana-mana senam ya memakai pakaian olah raga, kaos atasan, celana atau biasa kita kenal dengan treneng (orang Jawa menyebutnya). Heran iya, ragu iya. memakai sarung tentu kita tahu tidak semua org terbiasa memakai sarung. Ketakutan buat gerak pasti ada. Gerak tidak bisa leluasa dan lain sebaginya. Hal ini wajar dan biasa... maklum fikiran yang terbesit bagi yang belum pernah mencoba. Dan pada kenyataannya, bisa jadi kekhawatiran adalah hanya sekedar kekhawatiran dan berbeda dengan setelah mencoba.

Awal mula datang kelokasi senam, terlihat para ibu2 muda (semoga selalu awet muda ๐Ÿ˜€), terlihat merapikan sarung mereka dan bersiap mengikuti kegiatan senam yang akan d mulai, foto-foto pasti juga tidak terlewat bagi kami semua yg suka mengabadikan momentum. termasuk saya ๐Ÿ˜€. 

Senam diikuti oleh semua Fatayat dari kec. Sumbergempol, mulai dari ranting-ranting d kecamatan ini. Banyak sekali yang hadir dalam kesempatan ini,. terlihat warna-warni sarung dan iya, mirip santri dari pondok pesantren, dan semoga kami ikut ketularan barokah nyantri melalui organisasi Fatayat NU ini.

Tidak lama kemudian, kegiatan senam d mulai, asik sekali ternyata senam memakai sarung, kekhawatiran yang mungkin sempat muncul di benak kami hilang, dan Alhamdulillah berjalan lancar, senam berjalan dalam dua kali sesi senam, asik sekali, lumayan melepas penat bersama PAC Fatayat NU Sumbergempol,. instruktur yang juga dari sahabat Fatayat sangat semangat, dan tentunya kami sebagai peserta senam.๐Ÿ’ช๐Ÿ˜€

Selesai senam, baik sesi satu maupun sesi dua, kami disuguhi hiburan elektun dengan nyanyian merdu artis pasti, dan disela-sela itu pula, ada pembagian doorprize dari panitia, iya, dan kupon yang beruntung tentu akan mendapatkan hadiah,.bertambah semangat pasti...meski dapat atau tidak. ๐Ÿ˜€

Kegiatan berjalan asik, meriah, dan penuh hikmah, Senam memakai sarung, ternyata bukan sesuatu yang menghawatirkan, dan patut dicoba. Terimakasih kepada seluruh panitia hari ini,. Semoga penuh barokah bagi kita semua.๐Ÿค—๐ŸŒน.

Kegiatan dilaksanakan di lapangan gedung MWCNU Sumbergempol Kab. Tulungagung,.yang berlokasi cukup strategis dan mudah di jangkau oleh kami semua. 

Selamat Hari Santri Nasional, 

Santri Siaga Jiwa Raga, Bertumbuh, Berdaya, Berkarya๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿค—

Komentar

  1. Kesan yang akan kita ingat insylloh dihari tua nanti Bun ..dimana masa kita menjadi Fatayat kita ikut senam memakai sarung dg penuh kecemasan takut "mlorot"takut pula "kesrimpet2 ria" ternyata lancar dan meriah meskipun dorprise nya hanya dapat "gayung" tapi sangat terkesan..ilove NU..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAWALI HARI DENGAN SELALU BERSYUKUR

Sekedar mengingat masa lalu, dan mencoba menilik masa kini

Pentingnya Pendidikan, Pengajaran, dan Pembiasaan Sejak Dini